Jelang Maulid Nabi, Pemkot Mataram Perkuat Early Warning System Antisipasi Inflasi

Jelang Maulid Nabi, Pemkot Mataram Perkuat Early Warning System Antisipasi Inflasi

Mataram – Pemerintah Kota Mataram terus memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi kenaikan inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Maulid Nabi Muhammad SAW. Melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, menekankan pentingnya membangun Early Warning System sebagai sistem peringatan dini agar pengendalian inflasi tidak lagi bersifat responsif, melainkan preventif.

Menurut Wakil Wali Kota, tradisi masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi yang identik dengan penyelenggaraan jamuan makan berskala besar berpotensi meningkatkan permintaan berbagai kebutuhan pokok. Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak memicu lonjakan harga yang membebani masyarakat.

“Perayaan Maulid Nabi selalu diwarnai kegiatan silaturahmi dan jamuan makan yang melibatkan banyak masyarakat. Tentu hal ini akan meningkatkan permintaan bahan kebutuhan pokok. Karena itu, kita harus memastikan ketersediaan stok, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi tetap terjaga sehingga masyarakat dapat merayakan Maulid dengan tenang,” ujar TGH Mujiburrahman saat memimpin HLM TPID Kota Mataram di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, Kamis (06/08/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 3 Agustus 2026, inflasi Kota Mataram pada Juli 2026 secara year on year tercatat sebesar 3,13 persen. Meskipun masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1 persen, angka tersebut sudah mendekati batas atas sehingga membutuhkan kewaspadaan seluruh pihak.

“Kalau diibaratkan kendaraan, kita memang masih berada di jalur yang benar, tetapi sudah berada di pinggir jalur. Artinya, kita tidak boleh lengah. Sedikit saja kehilangan kewaspadaan, kita bisa keluar dari sasaran inflasi yang telah ditetapkan. Karena itu, potensi kenaikan inflasi pada Agustus ini harus kita antisipasi bersama,” tegasnya.

Untuk itu, Wakil Wali Kota meminta TPID membangun Early Warning System yang mampu memantau perkembangan harga, ketersediaan stok, produksi komoditas strategis, hingga kelancaran distribusi secara berkesinambungan. Menurutnya, sistem tersebut akan menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk mendeteksi lebih dini potensi gejolak harga sehingga langkah pengendalian dapat dilakukan sebelum inflasi meningkat.

“Kita harus mengubah pola kerja dari responsif menjadi preventif. Jangan menunggu harga naik baru bergerak, tetapi sebelum gejala kenaikan itu terjadi kita sudah memiliki informasi dan mengambil langkah. Itulah fungsi Early Warning System, memberikan sinyal lebih awal agar pemerintah memiliki waktu untuk bertindak,” katanya.

Ia menambahkan, sistem tersebut perlu didukung dengan dashboard pemantauan harga harian serta koordinasi yang kuat dengan Bulog, distributor, pedagang besar, hingga daerah penghasil komoditas pangan. Dengan demikian, apabila terjadi penurunan stok, gangguan distribusi, maupun potensi gagal panen, TPID dapat segera mengambil langkah mitigasi sebelum berdampak terhadap harga di pasaran.

“Inflasi tidak hanya dipengaruhi harga, tetapi juga pasokan. TPID harus mengetahui kondisi stok di Bulog, distributor, pedagang besar, hingga produksi petani. Jika kita mendeteksi lebih awal adanya penurunan produksi atau gangguan distribusi, maka pasokan dari daerah lain bisa segera disiapkan. Inilah yang dimaksud bekerja secara preventif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa sasaran utama TPID bukan sekadar menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran target nasional, tetapi juga memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan mudah selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Target kita bukan hanya menjaga inflasi Kota Mataram tetap berada dalam kisaran sasaran, tetapi juga memastikan seluruh kebutuhan masyarakat selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terpenuhi melalui ketersediaan pasokan yang cukup, harga pangan yang stabil dan terjangkau, serta kelancaran distribusi LPG dan BBM di seluruh wilayah Kota Mataram,” ungkapnya.

Sebagai langkah konkret mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang Maulid, Pemerintah Kota Mataram bersama TPID akan mengoptimalkan berbagai program stabilisasi harga melalui penyediaan pangan murah, di antaranya Operasi Pasar, Gerakan Pangan Murah (GPM), Kolaborasi Operasi Pasar Keliling (KOPLING), serta optimalisasi Warung Pantasi Mentaram guna memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Menutup arahannya, TGH Mujiburrahman mengajak seluruh anggota TPID dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, menghadirkan inovasi, serta menjadikan pengendalian inflasi sebagai bagian dari pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Mari kita kerahkan berbagai upaya, program, dan inovasi untuk menjaga laju inflasi di Kota Mataram. Apa yang kita lakukan hari ini adalah ikhtiar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan harga yang tetap terjangkau. Insya Allah, setiap ikhtiar yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghadirkan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter