Book Appointment Now

Data Tak Lagi Sekadar Angka, Mataram Mendorong Kebijakan Berbasis Data

Data Tak Lagi Sekadar Angka, Mataram Mendorong Kebijakan Berbasis Data
MATARAM — Kota tidak hanya dibangun dengan beton, jalan, dan gedung-gedung baru. Ia juga dibangun dari angka. Dari data tentang harga pangan, kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, hingga kebutuhan warganya. Sebab di balik setiap angka, ada kehidupan yang harus dibaca dan kebijakan yang harus diputuskan.

Kesadaran itulah yang kini didorong Pemerintah Kota Mataram. Dua inovasi, Sipasti Mapan dan Mataram Pintar, menjadi bagian dari ikhtiar membangun pemerintahan yang tidak sekadar cepat bekerja, tetapi juga tepat membaca persoalan.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menegaskan data harus ditempatkan sebagai fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan. Baginya, pemerintahan modern tidak cukup hanya mengandalkan intuisi, tetapi membutuhkan keputusan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data-driven policy ini menjadi penting. Setiap mengambil kebijakan harus rasional berdasarkan data. Data harus menjadi bahan rujukan sehingga kebijakan yang kita buat benar-benar menjawab persoalan masyarakat,” tegas Mohan.
Menurutnya, masyarakat kini semakin peka dan menginginkan perubahan yang cepat. Sementara pemerintah harus bergerak dalam koridor regulasi, prosedur, dan akurasi. Di titik inilah data menjadi jembatan antara ekspektasi publik dan kerja birokrasi.

Mohan juga mengingatkan agar inovasi pemerintah tidak berhenti sebagai proyek yang selesai ketika seremoni berakhir. Setiap inovasi harus memiliki dasar hukum, sumber daya manusia, serta proyeksi keberlanjutan yang jelas.
“Yang saya butuhkan adalah kebijakan itu kemudian melahirkan dampak yang berlanjut dalam jangka panjang. Setiap inovasi harus memiliki landasan hukum yang kuat, SDM yang kuat, dan proyeksi jangka panjang,” ujarnya.
Salah satu inovasi tersebut adalah Sipasti Mapan atau Strategi Kendali Pasokan Pangan Strategis untuk Pengendalian Inflasi Daerah Kota Mataram. Aplikasi berbasis dashboard ini dirancang untuk memantau pergerakan harga, stok, pasokan, hingga rantai distribusi komoditas pangan bergejolak (volatile food).
Asisten II Setda Kota Mataram, H. Miftahurrahman, menjelaskan Sipasti Mapan diarahkan menjadi instrumen pemerintah dalam membaca situasi pangan secara lebih cepat dan terukur.

“Data menjadi bagian penting untuk melihat kondisi pasokan, harga, dan distribusi. Dengan Sipasti Mapan, kita ingin pengendalian inflasi dilakukan berdasarkan informasi yang aktual sehingga langkah pemerintah bisa lebih tepat,” katanya.
Di sisi lain, ekosistem data juga diperkuat melalui PINTAR—Pusat Informasi dan Layanan Data Terpadu. Portal yang dikembangkan Pemkot Mataram bersama BPS Kota Mataram ini menyajikan data strategis, indikator makro pembangunan, data sektoral, hingga galeri data yang terus diperbarui.
Kepala Diskominfo Kota Mataram, H.M. Ramadhani, mengatakan PINTAR menjadi pintu bagi masyarakat maupun pemerintah untuk mengakses informasi pembangunan secara lebih mudah.
“PINTAR kita hadirkan agar data tidak berhenti di ruang birokrasi. Data harus mudah diakses, akurat, dan dapat digunakan sebagai dasar melihat perkembangan Kota Mataram,” ujarnya.

Pada akhirnya, tantangan Mataram bukan lagi sekadar bagaimana menghasilkan inovasi. Tantangannya adalah bagaimana memastikan inovasi tersebut hidup, digunakan, dan menghasilkan perubahan.
Sebab kota yang cerdas bukan hanya kota yang memiliki banyak data. Kota yang cerdas adalah kota yang mampu mengubah data menjadi keputusan, dan keputusan menjadi manfaat bagi warganya.**(TK-DISKOMINFO)



