Book Appointment Now

Cinta kepada Rasulullah adalah Cinta yang Sebenar-benarnya, Harus Diwujudkan dengan Meneladani Sifatnya

Cinta kepada Rasulullah adalah Cinta yang Sebenar-benarnya, Harus Diwujudkan dengan Meneladani Sifatnya
Mataram – Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW merupakan bentuk cinta yang istimewa. Meski umat Islam saat ini tidak pernah berjumpa langsung, tidak pernah mendengar suara beliau, dan hanya mengenal sosok Rasulullah melalui kisah serta risalah yang diwariskan, kecintaan tersebut tetap tumbuh kuat di dalam hati umat Islam. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Pusaka Al-Hamidy, Pagutan, Kamis (10/09/2026).

“Kalau ada perjumpaan, kemudian kita dicintai orang lain dan kita juga mencintai orang lain, itu disebut empati, kita berusaha menyamai rasa yang telah diberikan kepada kita. Tetapi jika kita mencintai orang lain karena fisik dan penampilannya, itu disebut simpati. Satu hal yang luar biasa bagi kita semua, bahwa kita tidak pernah berjumpa, mendengar suaranya pun tidak. Kita hanya mendengar kisahnya dan risalahnya, tetapi kecintaan kita luar biasa kepada Rasulullah SAW. Itu adalah cinta yang sebenar-benarnya cinta,” ungkapnya.
Ia berharap umat Islam senantiasa menjaga rasa cinta yang tulus kepada Rasulullah SAW, mempererat ukhuwah, serta memperoleh syafaat beliau. Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan figur yang sempurna bagi umat Islam, baik dari sisi batiniah, kecerdasan, intelektual, maupun kecakapannya dalam menjalani kehidupan.
“Oleh sebab itu, mari kita terus meneladani dan menerapkan sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama di tengah gempuran zaman dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Jangan sampai perubahan zaman membuat anak-anak muda kita kehilangan arah dan menjauh dari etika serta nilai-nilai yang telah diajarkan Rasulullah SAW,” ujarnya.

Menurut Wali Kota, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW terus dilaksanakan. Momentum Maulid menjadi ruang untuk kembali menceritakan kisah Rasulullah, mengambil hikmah dari kehidupan beliau, serta menjadikannya sebagai pembelajaran bagi generasi saat ini.
“Karena itu, perayaan Maulid seperti ini penting untuk terus menceritakan keteladanan Rasulullah agar kita mengambil hikmah dan menjadikannya sebagai pembelajaran. Kita yang tua juga harus terus menasihati anak-anak kita yang muda agar tidak kehilangan arah, karena itu merupakan kewajiban kita sebagai orang tua,” katanya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi terhadap tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW yang terus hidup di tengah masyarakat Kota Mataram. Menurutnya, rangkaian perayaan Maulid yang berlangsung di berbagai penjuru Kota Mataram berjalan dengan baik dan khidmat, sekaligus menjadi bagian dari ikatan masyarakat yang diwariskan oleh orang tua dan generasi terdahulu.

“Alhamdulillah, tradisi Maulid di Kota Mataram berjalan dengan baik dan tidak ada yang terlalu jauh keluar dari syariat yang telah diajarkan. Ini penting untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW sekaligus menjaga ukhuwah di tengah masyarakat,” pungkasnya.



