Book Appointment Now

Sunset QRIS Run: Langkah Bersama Mendorong Mataram Makin Digital

Sunset QRIS Run: Langkah Bersama Mendorong Mataram Makin Digital
MATARAM — Matahari belum benar-benar tenggelam ketika ribuan langkah mulai bergerak dari Parkiran Timur Lombok Epicentrum Mall, Senin (17/8/2026). Langkah itu bukan sekadar mengejar jarak lima kilometer. Ia membawa pesan tentang sebuah kota yang sedang bergerak—lebih sehat, lebih guyub, dan perlahan semakin akrab dengan dunia digital.

Sunset QRIS Run menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang digelar bersama Bank Indonesia. Dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut sekaligus menyambut HUT ke-33 Kota Mataram yang jatuh pada 31 Agustus mendatang.

Di jalanan sore itu, QRIS tidak hadir sebagai istilah teknologi yang terasa jauh. Ia hadir di tengah masyarakat, dibawa dalam sebuah kegiatan yang ringan dan menyenangkan. Fun run menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat literasi masyarakat tentang transaksi digital.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengapresiasi Bank Indonesia yang terus menghadirkan kegiatan positif dan melibatkan masyarakat secara luas.

“Saya berterima kasih kepada Kepala BI yang terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan bagi masyarakat, menghimpun kegiatan-kegiatan yang positif seperti ini, membahagiakan dan memberikan semangat kepada kita semua untuk terus menyemarakkan berbagai macam kegiatan warga masyarakat Kota Mataram,” ujarnya.

Bagi Mohan, ruang-ruang kebersamaan semacam itu penting untuk dirawat. Sebab, membangun kota bukan hanya tentang jalan, gedung, atau teknologi. Kota juga tumbuh dari perjumpaan manusia, dari warga yang saling menyapa, bergerak bersama, dan merasa memiliki ruang yang sama.
Karena itu, ia mengajak peserta menjaga kekompakan selama kegiatan berlangsung. Jarak lima kilometer, menurut dia, bukan sekadar ukuran lintasan, tetapi juga kesempatan untuk saling memperhatikan.

“Jaga kekompakan, jaga kebersamaan dan tentu saling mengingatkan. Karena larinya sekitar lima kilometer, lumayan buat saya,” katanya, disambut tawa dan keakraban peserta.

Sunset QRIS Run kemudian menjadi semacam metafora kecil tentang Mataram. Sebuah kota yang terus bergerak, tetapi tidak ingin meninggalkan siapa pun di belakang. Digitalisasi tidak berhenti pada layar telepon atau kode yang dipindai. Ia harus menemukan maknanya dalam kehidupan sehari-hari: transaksi yang lebih mudah, masyarakat yang semakin paham, dan ekonomi lokal yang tumbuh mengikuti zaman.

Di bawah langit yang perlahan berubah warna, langkah-langkah itu pun menjadi perayaan sederhana tentang masa depan. Pemerintah, Bank Indonesia, dan masyarakat bertemu dalam satu ruang: bergerak bersama, belajar bersama, dan menjaga harapan bersama.

Sebab Mataram yang makin digital pada akhirnya bukan hanya tentang teknologi. Ia tentang manusia yang semakin siap menghadapi perubahan—dan sebuah kota yang terus dirawat agar tetap menjadi tempat untuk tumbuh, hidup, dan menggantungkan harapan.**(TK-DISKOMINFO)



