Book Appointment Now

Mataram Ukir Sejarah, Hattrick Juara Umum Porprov NTB

Mataram Ukir Sejarah, Hattrick Juara Umum Porprov NTB
Mataram – Sore itu (25/07), GOR 17 Desember Turide, Kota Mataram, menjadi saksi sebuah sejarah yang tidak lahir dalam satu pertandingan, juga tidak selesai dalam satu malam.

Di tengah gemuruh penutupan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026, nama Kota Mataram kembali berdiri paling tinggi. Untuk kali ketiga secara berturut-turut, Kota Mataram resmi menyandang gelar juara umum Porprov NTB.
Hattrick. Tiga kali berturut-turut.
Sebuah pencapaian yang menempatkan Kota Mataram sebagai daerah pertama di Nusa Tenggara Barat yang berhasil mengamankan tiga gelar juara umum secara beruntun dalam sejarah penyelenggaraan Porprov NTB.

Upacara penutupan Porprov XII NTB 2026 berlangsung meriah di GOR 17 Desember Turide, Kota Mataram. Hadir dalam momentum tersebut Gubernur NTB L. M. Iqbal, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, Ketua KONI NTB Mori Hanafi, serta Ketua KONI Kota Mataram H. Firadz Pariska.
Bagi Kota Mataram, kemenangan ini bukan sekadar tentang siapa yang paling banyak mengumpulkan medali. Lebih dari itu, ia adalah cerita tentang ketekunan, kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk mempertahankan tradisi juara di tengah persaingan olahraga NTB yang semakin kompetitif.

Mataram datang dengan target tinggi. Namun, para atlet, pelatih, ofisial, dan seluruh ekosistem olahraga kota ini menjawabnya dengan prestasi yang bahkan melampaui ambisi.
205 medali emas, 136 perak perak, 111 medali perunggu berhasil dikumpulkan Kota Mataram pada Porprov XII NTB 2026. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor perolehan medali emas terdahulu yang berada di angka 152 emas.

Angka-angka itu memang dapat ditulis dalam tabel klasemen. Tetapi di balik setiap medali, ada cerita yang jauh lebih panjang. Ada atlet yang berlatih ketika sebagian orang masih terlelap. Ada pelatih yang berkali-kali mengulang strategi. Ada keluarga yang setia menunggu. Dan ada doa yang diam-diam mengiringi setiap langkah menuju arena pertandingan.
Sejumlah cabang olahraga menjadi lumbung emas bagi kejayaan Kota Mataram. Atletik, misalnya, tampil sebagai salah satu kekuatan utama dengan raihan 13 medali emas, 9 perak, dan 5 perunggu sekaligus mengantarkan cabor tersebut menjadi juara umum.

Dari arena petanque, empat medali emas berhasil diborong. Sementara dari cabang olahraga andalan lainnya, kemenangan demi kemenangan terus mengalir, termasuk pada nomor-nomor final krusial, nomor beregu, hingga nomor estafet.
Di situlah wajah Mataram terlihat: tidak hanya kuat pada satu cabang, tetapi tumbuh melalui banyak cabang, banyak atlet, dan banyak perjuangan.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana menyampaikan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen olahraga Kota Mataram.
“Ini bukan hanya kemenangan para atlet, tetapi kemenangan seluruh masyarakat Kota Mataram. Hattrick juara umum ini menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, pembinaan yang berkelanjutan, dan semangat kebersamaan mampu membawa kita mencapai prestasi tertinggi,” ujar orang nomor satu di kota Mataram ini.

Ia menegaskan, prestasi tersebut harus menjadi energi baru bagi pembinaan olahraga di Kota Mataram. Gelar juara, menurutnya, bukanlah garis akhir, melainkan tanggung jawab untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
Dari panggung penutupan, Gubernur NTB L. M. Iqbal juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen yang telah ambil bagian dalam Porprov XII NTB 2026.

“Selamat kepada Kota Mataram yang berhasil mencatatkan sejarah dengan menjadi juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga yang konsisten dan kerja keras para atlet mampu menghasilkan capaian yang membanggakan,” kata Iqbal.
Porprov XII NTB 2026 akhirnya ditutup. Namun bagi Kota Mataram, malam itu justru membuka babak baru.

Sebab setelah tiga kali menjadi juara, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar mempertahankan gelar. Tantangannya adalah memastikan tradisi juara tidak berhenti sebagai catatan sejarah.
Di GOR 17 Desember Turide, di hadapan masyarakat dan para pejuang olahraga NTB, Kota Mataram pulang membawa lebih dari sekadar piala. Mataram membawa kebanggaan. Membawa sebuah cerita tentang kerja keras yang berbuah sejarah.

Dan membawa pesan sederhana: bahwa menjadi juara sekali adalah prestasi, mempertahankannya untuk kali kedua adalah konsistensi, tetapi meraihnya tiga kali berturut-turut adalah sebuah warisan.
Mataram telah menulisnya. Dengan tinta emas. HATTRICK.**(TK-DISKOMINFO)



