Bukan Sekadar Mengejar Juara, Kelurahan Turide Buktikan Inovasi Harus Berdampak bagi Warga

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Kelurahan Turide Buktikan Inovasi Harus Berdampak bagi Warga

Mataram – Pagi yang sejuk di Kelurahan Turide, Kecamatan Sandubaya, Jumat, terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi, halaman kantor kelurahan dipenuhi masyarakat, kader PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat daerah, hingga jajaran Pemerintah Kota Mataram. Kehadiran Tim Penilai Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Jumat (03/07) pagi ini, menandai dimulainya tahapan verifikasi lapangan dalam Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026.

Namun, bagi Pemerintah Kota Mataram, kunjungan tersebut bukan semata tentang perlombaan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi cermin sejauh mana pelayanan publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, saat menyambut Tim Penilai. Menurutnya, tema lomba tahun ini, ‘Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045’, memiliki makna yang sangat mendasar karena kelurahan merupakan garda terdepan pelayanan kepada masyarakat.

“Kelurahan adalah unit pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika pelayanan di tingkat kelurahan semakin baik, maka fondasi pembangunan kota juga akan semakin kuat. Dari kelurahan yang kuat akan lahir kota yang kuat, provinsi yang kuat, hingga Indonesia yang semakin tangguh,” ujarnya.

Di hadapan tim penilai, Wakil Wali Kota menyampaikan satu prinsip yang selama ini menjadi arah pembangunan kelurahan di Kota Mataram. Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti sebagai dokumen atau sekadar menjadi bahan presentasi saat lomba.

 “Kami tidak pernah menekankan banyaknya inovasi. Yang kami tekankan adalah kualitasnya. Setiap inovasi harus mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tidak ada gunanya mengejar prestasi kalau pelayanan tidak berubah. Tetapi ketika pelayanan terus meningkat, Insya Allah prestasi akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi benang merah dari perjalanan Kota Mataram dalam berbagai ajang Lomba Kelurahan Berprestasi. Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah kelurahan di Kota Mataram dipercaya mewakili Provinsi NTB di tingkat nasional dan berhasil menorehkan prestasi membanggakan.

Bahkan, TGH. Mujiburrahman mengungkapkan dirinya beberapa kali mendampingi langsung proses penilaian di tingkat nasional, mulai dari sesi pemaparan hingga wawancara bersama dewan juri.

“Kalau Kota Mataram kembali diberi amanah mewakili Provinsi NTB, kami akan memberikan dukungan penuh. Kami ingin terus mengharumkan nama Kota Mataram sekaligus membawa nama baik Provinsi Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional,” katanya.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Kelurahan Turide datang membawa sejumlah inovasi yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Mulai dari ‘Kampung Lestari’ yang memperkuat ketahanan lingkungan, ‘PIRAMID (Portal Inovasi dan Pelayanan Digital)’ untuk peningkatan kualitas pelayanan publik, ‘NGOPI COY – (Ngobrol Penuh Inspirasi, Ciptakan Obrolan Nyaman)’ dalam membangun keamanan lingkungan berbasis partisipasi warga, ‘STENG’ yang mendorong gerakan filantropi sosial, hingga ‘OMABAS (Ojek Makanan Balita dan Anak Stunting)’ sebagai upaya percepatan penanganan stunting.

Bagi Pemerintah Kota Mataram, keberhasilan sebuah inovasi bukan diukur dari banyaknya penghargaan yang diraih, tetapi dari perubahan yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Provinsi NTB, Lalu Hamdi, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh data yang telah dikirimkan Kelurahan Turide benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, penilaian dilakukan secara komprehensif terhadap tiga aspek utama, yakni tata kelola pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat dan kewilayahan.

“Hari ini kami datang untuk melakukan verifikasi terhadap data yang telah kami terima. Kami ingin memastikan seluruh program yang dipaparkan benar-benar berjalan dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat. Itu yang paling penting,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB

Ia menambahkan, Lomba Desa dan Kelurahan Berprestasi sesungguhnya bukan hanya tentang menentukan siapa yang menjadi juara.

“Ajang ini merupakan evaluasi terhadap kinerja pemerintah desa dan kelurahan selama satu tahun terakhir. Kami berharap praktik-praktik baik yang lahir dari kelurahan berprestasi dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain sehingga pelayanan publik terus meningkat,” jelasnya.

Ketua Tim Penilai juga mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota Mataram dan Kelurahan Turide dalam mengikuti proses verifikasi. Berbagai inovasi yang dipaparkan dinilai telah menunjukkan orientasi yang jelas, yakni menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Meski demikian, seluruh inovasi tersebut tetap akan didalami lebih lanjut melalui proses klarifikasi, observasi lapangan, serta dialog dengan berbagai unsur masyarakat sebelum tim menetapkan wakil Provinsi NTB menuju tingkat nasional.

Suasana penilaian pun berlangsung hangat. Tidak hanya diisi pemaparan program, tim penilai juga berdialog dengan warga, meninjau berbagai fasilitas, serta melihat langsung implementasi inovasi yang selama ini menjadi kebanggaan Kelurahan Turide.

Di penghujung kegiatan, Ketua Tim Penilai menutup sambutannya dengan sebuah pantun yang mengundang senyum para hadirin.

“Burung merpati terbang ke taman, hinggap sebentar di pohon kelapa. Terima kasih atas sambutan yang berkesan, semoga Turide semakin maju dan berjaya.”

Pantun sederhana itu seolah menjadi penanda bahwa kompetisi ini tidak sekadar berbicara tentang penilaian administratif. Lebih dari itu, lomba menjadi ruang belajar bersama untuk menghadirkan pemerintahan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Sebab pada akhirnya, seperti pesan yang disampaikan Wakil Wali Kota Mataram, keberhasilan sebuah kelurahan tidak diukur dari banyaknya trofi yang dipajang di lemari penghargaan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan warga.

Ketika pelayanan publik terus tumbuh, gotong royong semakin kuat, dan inovasi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, maka prestasi hanyalah konsekuensi dari kerja yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dan dari Kelurahan Turide, semangat itu kembali ditegaskan sebagai langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045.**(TK-DISKOMINFO)

Share your love