DARI MATARAM, KPK MEMULAI PERJALANAN MEMBANGUN INDONESIA BERINTEGRITAS, Kota Mataram Jadi Titik Awal Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi 2026

DARI MATARAM, KPK MEMULAI PERJALANAN MEMBANGUN INDONESIA BERINTEGRITAS

Kota Mataram Jadi Titik Awal Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi 2026

MATARAM – Sebuah perjalanan panjang membangun budaya antikorupsi nasional dimulai dari Kota Mataram. Setelah ditetapkan sebagai Kota Percontohan Antikorupsi pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tahun 2025, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat itu kembali mendapat kehormatan menjadi lokasi pembuka Program Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi (JNBA) 2026 yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Penunjukan Mataram bukan sekadar pilihan geografis. Lebih dari itu, kota ini dinilai berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Mengusung semangat “Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas”, KPK memulai rangkaian perjalanan edukasi antikorupsi dari ujung timur Pulau Lombok sebelum melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Lombok Timur, Pulau Sumbawa, hingga sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur.

Sejak Jumat pagi (12/06), suasana Lapangan Sangkareang Mataram tampak berbeda. Puluhan stan pelayanan publik dan produk UMKM berjajar rapi, menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Sebelum acara pembukaan resmi digelar di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, rombongan KPK bersama Wali Kota Mataram, Wakil Wali Kota Mataram, Sekretaris Daerah Kota Mataram, serta jajaran perangkat daerah meninjau berbagai layanan publik yang dipamerkan kepada masyarakat.

Program JNBA sendiri dirancang sebagai pendekatan baru dalam pendidikan antikorupsi. Tidak hanya melalui seminar dan diskusi, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif yang dekat dengan masyarakat seperti pameran pelayanan publik, pagelaran seni budaya, nonton bareng film bertema antikorupsi, diskusi publik, hingga edukasi bagi pelajar.

Pendidikan dan Pencegahan Jadi Kunci

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa Program JNBA 2026 merupakan bagian dari strategi pencegahan korupsi melalui jalur pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“KPK hadir di sini melalui Program Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi. Artinya, melalui jalur pendidikan dan pencegahan, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun budaya antikorupsi dan menghilangkan perilaku-perilaku yang bertentangan dengan nilai integritas,” ujarnya.

Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Kota Mataram yang menjadi lokasi pertama pelaksanaan program tersebut.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus penghormatan bagi kami karena kegiatan ini dimulai dari Kota Mataram untuk Indonesia Timur. Keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, menunjukkan bahwa semangat antikorupsi dapat tumbuh dan berkembang di semua lapisan masyarakat,” kata Ibnu.

Kebanggaan Sekaligus Tantangan bagi Kota Mataram

Bagi Pemerintah Kota Mataram, kepercayaan yang diberikan KPK menjadi kebanggaan sekaligus tantangan untuk menjaga konsistensi tata kelola pemerintahan yang bersih.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengungkapkan bahwa Kota Mataram baru saja menerima penghargaan sebagai salah satu dari tiga Kota Percontohan Antikorupsi di Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada KPK RI. Berkat bimbingan, supervisi, dan pendampingan yang dilakukan selama ini, Kota Mataram berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Percontohan Antikorupsi. Namun penghargaan ini juga menjadi tantangan bagi kami untuk terus menjaga komitmen dan integritas agar kepercayaan publik tetap terjaga,” katanya.

Mohan menilai program roadshow KPK merupakan langkah konkret untuk mengajak masyarakat terlibat aktif dalam gerakan antikorupsi melalui pendekatan yang lebih dekat dan membumi.

“Kegiatan ini edukatif, menyenangkan, tetapi memiliki tujuan yang sangat serius, yakni membangun pemahaman dan kesadaran antikorupsi. KPK menggunakan berbagai pendekatan, mulai dari bahasa kebijakan, hukum, budaya, hingga nilai-nilai agama agar pesan yang disampaikan lebih efektif diterima masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mohan, keberhasilan birokrasi tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari kemampuan membangun kepercayaan masyarakat.

“Trust building menjadi investasi yang sangat berharga. Dipilihnya Kota Mataram sebagai kota percontohan antikorupsi merupakan modal penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur pemerintah untuk memulai budaya antikorupsi dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Jangan pernah menormalisasi pelanggaran-pelanggaran kecil karena dari situlah sering kali pelanggaran besar bermula,” pesannya.

Semangat Antikorupsi dari Timur Indonesia

Mewakili Pemerintah Provinsi NTB, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abdul Azis Abul Chair, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat budaya antikorupsi di tengah masyarakat.

“Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan budaya antikorupsi melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Bagi kami, kegiatan yang digagas KPK RI ini memiliki arti penting karena menjadi sarana menyebarkan semangat antikorupsi ke seluruh penjuru daerah,” ujarnya.

Menurutnya, korupsi masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan bangsa karena tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat kesejahteraan masyarakat dan menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Karena itu, pemberantasan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

“Perjuangan melawan korupsi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai agen perubahan. Kita membutuhkan masyarakat yang tidak hanya memahami bahaya korupsi, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak, mencegah, dan melawan segala bentuk praktik yang bertentangan dengan nilai integritas,” tegasnya.

Melalui perjalanan panjang JNBA 2026, KPK berharap nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan integritas dapat semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Dan dari Kota Mataram, semangat itu mulai disebarkan.

Sebuah pesan yang sederhana namun kuat, sebagaimana tema yang diusung KPK tahun ini:

“Dari Timur, Kita Berantas Korupsi.”.**(TK-DISKOMINFO)

Share your love