Taman Sangkareang Jadi Panggung Edukasi Antikorupsi, Masyarakat Antusias Ikuti Nobar Film KPK

Taman Sangkareang Jadi Panggung Edukasi Antikorupsi,

Masyarakat Antusias Ikuti Nobar Film KPK

Mataram – Suasana berbeda tampak di Taman Sangkareang, Kota Mataram. Di tengah ramainya anak-anak yang menikmati berbagai wahana permainan dan warga yang menghabiskan waktu bersama keluarga, sebuah layar besar menjadi pusat perhatian masyarakat dalam kegiatan nonton bareng (nobar) film antikorupsi yang digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI bersama Pemerintah Kota Mataram, Sabtu malam (13/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Roadshow KPK bertajuk Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) yang hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membangun budaya antikorupsi sejak dini.

Tiga film pendek yang diputar dalam kegiatan tersebut, yakni Pirates of Sepuluh Ribuan, Rahasia Umum, dan Review Klinik Baru, masing-masing berdurasi sekitar 15 menit. Film-film tersebut mengangkat berbagai persoalan integritas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pelayanan publik, dunia kesehatan, hingga pembentukan karakter antikorupsi pada anak-anak.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Para pengunjung yang sebelumnya menemani anak-anak bermain turut menyaksikan film-film edukatif tersebut bersama Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dan Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana jajaran serta Pemerintah Kota Mataram

Dalam sambutannya, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya mampu menyentuh langsung masyarakat melalui pendekatan yang sederhana namun efektif.

Menurutnya, Roadshow KPK melalui program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi membawa misi penting untuk memberikan pendidikan dan pemahaman kepada masyarakat mengenai nilai-nilai antikorupsi.

“Ini menjadi kegiatan yang sangat kuat karena dilakukan langsung bersama masyarakat. Tidak hanya menyasar penyelenggara pemerintahan, tetapi juga memberikan informasi dan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota menekankan bahwa upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan pesan yang selama ini dikampanyekan KPK, yakni “Biasakan yang Benar, Jangan Benarkan yang Biasa.”

“Tagline ini memiliki makna yang sangat mendalam. Mari kita memulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil untuk menghindari praktik-praktik yang bersifat koruptif. Budaya integritas harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, H. Mohan Roliskana juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian Kota Mataram yang berhasil menjadi salah satu dari tiga kota di Indonesia yang ditetapkan sebagai Kota Percontohan Antikorupsi.

“Ini merupakan penghargaan bagi seluruh masyarakat dan Pemerintah Kota Mataram. Namun di sisi lain, ini juga menjadi tantangan bagi kita untuk terus menjaga dan merawat kepercayaan tersebut dengan memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan secara bertanggung jawab dan berintegritas,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Wawan Wardiana, menegaskan bahwa tugas KPK tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku korupsi, tetapi juga memberikan pendidikan dan membangun kesadaran masyarakat melalui berbagai program pencegahan.

“KPK tidak hanya menangkap orang. Kami juga memiliki tugas besar untuk memberikan pendidikan dan edukasi kepada masyarakat agar budaya antikorupsi tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan Wardiana memperkenalkan sembilan nilai dasar antikorupsi yang terus dikampanyekan KPK melalui akronim ‘Jumat Bersepeda KK’, yaitu Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh elemen masyarakat.

“Melalui film dan media kreatif lainnya, kami ingin menyampaikan pesan bahwa integritas adalah tanggung jawab bersama. Film yang ditayangkan malam ini merupakan karya masyarakat Indonesia. KPK hanya memfasilitasi agar pesan-pesan antikorupsi dapat tersampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.

Menutup penyampaiannya, Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK RI tersebut memberikan pantun yang disambut tupuk tangan seluruh hadirin.

“Kalau jalan-jalan malam, Jangan lupa membawa tas. KPK bersama Kota Mataram, Sama-sama menjaga Integritas,” pungkasnya.

Share your love