Sederhana Namun Bermakna, Pelepasan CJH ASN: Haji Bukan Sekadar Perjalanan Fisik, tetapi Ujian Spiritual

Sederhana Namun Bermakna, Pelepasan CJH ASN: Haji Bukan Sekadar Perjalanan Fisik, tetapi Ujian Spiritual

Suasana sederhana namun penuh makna dan kekhidmatan mewarnai pelepasan 49 orang Calon Jemaah Haji (CJH) Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Mataram yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Wali Kota Mataram, pada Jumat (24/04/2026).

Tradisi yang terus dijaga dan dipertahankan oleh Pemerintah Kota Mataram ini menjadi wujud penghormatan bagi para abdi negara yang mendapat kesempatan menjadi tamu Allah SWT. Diiringi doa dan harapan tulus, para CJH dilepas dengan pesan-pesan mendalam bahwa perjalanan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ibadah besar yang sarat ujian dan pembelajaran.

Dalam sambutannya, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan rangkaian kegiatan yang sangat kompleks, sehingga potensi tantangan teknis tidak dapat dihindari. Berbagai hal seperti keterlambatan layanan konsumsi, transportasi, hingga dinamika di lapangan dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mental jemaah.

“Di situlah dibutuhkan kesabaran Bapak dan Ibu semua. Situasi tersebut merupakan bagian dari ujian dalam berhaji yang harus dihadapi dengan sikap sabar dan lapang dada. Kemampuan mengelola emosi dan menjaga ketenangan menjadi kunci agar ibadah tetap berjalan dengan khusyuk,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai teladan selama berada di Tanah Suci. Dengan latar belakang sebagai aparatur yang terdidik dan terbiasa melayani, ASN diharapkan mampu menjadi contoh dalam bersikap, berperilaku, serta menjaga etika di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara.

“Saya minta Bapak dan Ibu menjadi pribadi yang terdidik dan mampu memberikan teladan bagi jemaah lainnya. Kita ini aparatur sipil negara yang memiliki bekal pendidikan, sehingga harus mampu menunjukkan sikap yang baik,” tegasnya.

Peran tersebut dinilai penting, terutama dalam menjaga suasana kebersamaan dan saling membantu di tengah keragaman budaya dan kebiasaan jemaah dunia. ASN diharapkan hadir sebagai penyejuk sekaligus penguat solidaritas.

Di sisi lain, orang nomor satu di Kota Mataram tersebut juga menekankan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan batin dan pemahaman keagamaan yang baik. Haji bukan sekadar hadir di Tanah Suci, melainkan proses mendalam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Perjalanan haji bukan semata-mata perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, kesehatan, dan pemahaman terhadap rukun, syarat, serta wajib haji,” jelasnya.

Para jemaah diminta untuk benar-benar mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan, mental, maupun ilmu, agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan optimal.

Menutup sambutannya, H. Mohan Roliskana menyampaikan harapan besar kepada seluruh jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar, diberikan kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

“Lepaskan semua urusan yang ada di rumah, fokus saja pada ibadah haji. Kami di sini mendoakan semoga Bapak dan Ibu sehat walafiat, dimudahkan segala urusannya, dan pulang menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya, yang di Amini seluruh hadirin.

Pelepasan ini menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan prosesi, tersimpan harapan besar agar setiap jemaah mampu menjalani perjalanan spiritual ini dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan kesungguhan.

Share your love