Book Appointment Now

64 Tahun TVRI, Wali Kota Mataram: TVRI Berperan Menjaga Identitas dan Semangat Kebangsaan

64 Tahun TVRI, Wali Kota Mataram: TVRI Berperan Menjaga Identitas dan Semangat Kebangsaan
Mataram – Televisi Republik Indonesia (TVRI) memasuki usia ke-64 tahun pada 24 Agustus 2026. Mengusung tagline “Satu Layar, Sejuta Cerita”, perjalanan panjang TVRI menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia, sekaligus menegaskan perannya sebagai media yang terus hadir menyampaikan informasi, edukasi, serta menjaga semangat kebangsaan.

Semangat tersebut kembali diperkuat di tingkat daerah. TVRI Provinsi NTB yang pada 29 Agustus 2026 memperingati hari jadinya yang ke-19, mengusung tagline “Merawat Tradisi, Menenun Informasi”. Momentum tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman kantor TVRI Provinsi NTB, Rabu (02/09/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus wujud kolaborasi TVRI Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram, Bank Indonesia, Bulog, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta para distributor dalam menghadirkan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengapresiasi langkah TVRI yang menjadikan momentum hari jadi tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, usia 64 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Kehadiran TVRI dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga identitas, budaya, serta semangat kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh budaya dari berbagai penjuru.
“Ini menjadi momentum istimewa bagi TVRI yang ke-64. Sebuah perjalanan panjang dari sejarah TVRI yang terus mengikuti sejarah bangsa kita. Saya melihat tema yang diangkat juga menjadi sebuah komitmen moral untuk terus menjaga identitas, mempertahankan warisan leluhur, sekaligus menjaga budaya dan semangat kebangsaan,” ujar Wali Kota Mataram.


Ia menilai, di tengah masifnya infiltrasi budaya dan derasnya arus informasi, TVRI memiliki peran penting sebagai salah satu benteng informasi publik. Tidak hanya menyajikan informasi, TVRI diharapkan mampu terus memberikan edukasi dan menghadirkan informasi yang sehat, berimbang, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Saya pikir ini sangat baik. Di tengah infiltrasi budaya yang begitu masif, TVRI hadir untuk merawat dan menjaga identitas kita, sebagai benteng pertahanan untuk terus menjadi kekuatan dalam menjaring informasi,” katanya.
Sementara itu, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dinilai menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Kegiatan yang melibatkan pemerintah, perbankan, Bulog, pelaku usaha, hingga media tersebut tidak hanya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga mendukung upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Hari ini kita berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Provinsi NTB dan Bulog. Ini merupakan pendekatan yang baik agar TVRI hadir di tengah masyarakat dan memberikan kemanfaatan secara langsung. Saya kira ini salah satu cara kita untuk menjaga stabilitas harga, ketahanan keluarga, dan kelangsungan generasi yang akan datang melalui ketahanan pangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala TVRI Stasiun NTB, Ina Djara, mengatakan bahwa tagline “Satu Layar, Sejuta Cerita” menjadi semangat TVRI untuk terus menghadirkan berbagai kisah dan informasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, TVRI tidak hanya menjadi media yang menyampaikan perkembangan pembangunan, tetapi juga merekam beragam cerita masyarakat di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pertanian dan ketahanan pangan.

“Kami ingin dalam satu layar ada sejuta cerita. Cerita tentang kehidupan masyarakat, perkembangan pembangunan di Kota Mataram dan Provinsi NTB, serta cerita tentang pendidikan, kesehatan, hingga tanaman pangan. Termasuk cerita indah ketika Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu penyuplai pangan di tingkat nasional, dari Indonesia untuk dunia,” ujarnya.
Ina menjelaskan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keterjangkauan harga pangan, tetapi juga merupakan wujud rasa syukur dalam memperingati sejumlah momentum hari jadi. TVRI secara nasional memperingati HUT ke-64 pada 24 Agustus, disusul HUT TVRI Stasiun NTB ke-19 pada 29 Agustus, serta HUT ke-33 Kota Mataram yang juga diperingati pada bulan yang sama.
“Tiga rangkaian syukuran ulang tahun ini kami rayakan bersama melalui Gerakan Pangan Murah. Jadi, kegiatan ini menjadi wujud syukur kita bersama. Kami sangat bersyukur bisa melaksanakannya dan berharap masyarakat dapat menikmati pangan dengan harga yang terjangkau,” tutupnya.
Selain Gerakan Pangan Murah, rangkaian kegiatan tersebut juga diisi dengan pemeriksaan mata dan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bentuk kepedulian dan upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.



