Book Appointment Now

Walikota Mataram Pulang Memborong Empat Penghargaan: Dari Layanan Publik hingga Lingkungan Berkelanjutan

Walikota Mataram Pulang Memborong Empat Penghargaan: Dari Layanan Publik hingga Lingkungan Berkelanjutan
Ajang Apresiasi Kinerja Pemda dari Kemendagri Regional Maluku-Nusa Tenggara
JAKARTA — Sebuah kota tidak pernah benar-benar selesai dibangun. Ia tumbuh dari kebijakan, dirawat melalui pelayanan, dan diuji oleh kebutuhan warganya. Di Jakarta, Kota Mataram membawa pulang empat penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku–Nusa Tenggara, sekaligus menegaskan bahwa kerja-kerja pembangunan menemukan maknanya ketika manfaatnya dirasakan masyarakat.

Dalam ajang yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut, Kota Mataram meraih Terbaik I kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dengan apresiasi insentif fiskal sebesar Rp2 miliar. Mataram juga meraih Terbaik I kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, dengan dukungan 300 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk program bedah rumah.

Dua penghargaan lainnya datang dari sektor pelayanan dasar. Mataram meraih Terbaik II kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dengan apresiasi insentif fiskal Rp1,5 miliar, serta Terbaik III kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan dengan apresiasi insentif fiskal Rp1 miliar.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk F. Paulus, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam sambutannya menekankan pentingnya kompetisi yang sehat antardaerah untuk mendorong peningkatan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.

“Kota Mataram menang terus. Tadi Pak Wamenko memberitahu saya, itu ada kota yang sudah 4 kali juara. Kota Mataram sudah 4 kali ya, banyak juga ne Wali Kotanya bawa pulang duit untuk daerahnya, ” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin untuk Kota Mataram.

Selanjutnya ditegaskan kembali olehnya bahwa apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi, meningkatkan kinerja, dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,
Bagi Mataram, penghargaan bukan sekadar pengakuan. Ia adalah cermin sekaligus pengingat bahwa pekerjaan rumah pembangunan selalu menunggu untuk diselesaikan.

Penilaian dilakukan dengan melibatkan kementerian dan lembaga sesuai bidang masing-masing, serta menggunakan data Badan Pusat Statistik sebagai salah satu rujukan. Pada sektor kesehatan, penilaian mencakup akses layanan, kepesertaan JKN, sanitasi layak, fasilitas kesehatan sesuai standar, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Inovasi pelayanan yang inklusif turut menjadi perhatian.

Sementara pada sektor pendidikan, penilaian melihat pemerataan guru, rasio kelas, Harapan Lama Sekolah, Angka Partisipasi Murni, kemampuan literasi dan numerasi, serta dukungan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Di sektor perumahan, keberhasilan Mataram menjadi Terbaik I mencerminkan dukungan kebijakan daerah, percepatan perizinan, penyediaan hunian terjangkau, dan kolaborasi dengan pemerintah pusat. Tambahan 300 unit BSPS menjadi peluang untuk memperluas akses warga terhadap rumah layak huni.

Adapun penghargaan pengelolaan sampah menegaskan bahwa lingkungan asri bukan semata tentang jalan yang bersih. Ada pekerjaan panjang dari pengurangan sampah di sumber, penerapan prinsip 3R, hingga pengolahan yang berkelanjutan.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan penyemangat bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas manfaat pembangunan, dan menjaga Kota Mataram agar semakin nyaman, sehat, serta layak huni bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Empat penghargaan itu kini menjadi bekal sekaligus tanggung jawab. Sebab, ukuran sesungguhnya dari prestasi sebuah kota bukanlah banyaknya trofi yang dibawa pulang, melainkan perubahan nyata yang hadir di rumah-rumah warga, ruang kelas, fasilitas kesehatan, dan lingkungan tempat mereka hidup.**(TK-DISKOMINFO)



