Book Appointment Now

Wakil Wali Kota Mataram Hadiri Peringatan Haul Akbar Ke-10 Maulana Syekh TGH Musthafa Kamal
Wakil Wali Kota Mataram Hadiri Peringatan Haul Akbar Ke-10 Maulana Syekh TGH Musthafa Kamal
Mataram – Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman menghadiri Peringatan Haul Akbar Ke-10 Al-Magfurlah Maulana Syekh TGH Musthafa Kamal beserta para Tuan Guru Pesinggahan, yang diselenggarakan di Masjid Al-Musthofa, Lingkungan Pesinggahan, Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, pada Minggu (13/04/2025).

Dalam acara penuh khidmat tersebut, salah satu anggota keluarga dari Almarhum, yakni Ustadz Ahmad, menyampaikan kisah singkat mengenai perjalanan hidup dan perjuangan dakwah TGH Musthafa Kamal, yang menimba ilmu di Tanah Suci Mekkah di bawah bimbingan Syekh Zaini. Setelah menamatkan pendidikannya, beliau pulang ke Lombok dan sepenuhnya mendedikasikan hidupnya untuk dakwah.

“Datuk kami adalah seorang Tuan Guru yang berdakwah tanpa pondok pesantren. datuk menyiarkan agama Islam melalui ucapan dan teladan perbuatan, dengan penuh keikhlasan dan istiqamah. Dari kampung ke kampung, desa ke desa, datuk menyampaikan ilmu agama. Jika datuk menilai sebuah desa sudah cukup memahami ajaran Islam dan mampu menjalankan ibadah dengan baik, maka datuk akan melanjutkan dakwahnya ke tempat lain”. ungkap Ustadz Ahmad.

Ustadz Ahmad turut menceritakan peristiwa wafatnya Sang Ulama di Kotaraja, Lombok Timur, yang sempat menimbulkan perbedaan pendapat di antara pihak keluarga yang berada di Kotaraja dan Sekarbela mengenai lokasi pemakaman.

“Alhamdulillah, saat itu ada seorang ulama yang juga merupakan murid dari datuk kami, yaitu TGH Umar Kelayu, yang memberikan usulan bijak agar jenazah Almarhum dimandikan dan dikafani di Kotaraja, lalu dimakamkan di Sekarbela. Jenazah datuk diangkat secara bergantian oleh masyarakat, tanpa kendaraan”. Tutur Ustadz Ahmad mengakhiri kisahnya.

Pada Peringatan Haul Akbar Ke 10 Al-Magfurlah Maulana Syekh TGH Musthafa Kamal, dirangkai dengan memasukkan pakaian dan kebutuhan Jamaah Calon Haji (JCH) yang akan menunaikan ibadah haji asal Lingkungan Pesinggahan oleh para tokoh agama.


Acara berlangsung penuh kekhidmatan dan menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan warisan keilmuan TGH Musthafa Kamal yang terus hidup dalam hati masyarakat hingga kini.



