TPID Kota Mataram Gelar Capacity Building untuk Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Volatile Food

TPID Kota Mataram Gelar Capacity Building untuk Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Volatile Food

Mataram — Inflasi bulan Oktober 2025 di Kota Mataram tercatat sebesar 3,12 persen, masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1 persen, namun menjadi angka tertinggi sepanjang tahun 2025. Kenaikan inflasi terutama dipengaruhi oleh kelompok volatile food atau pangan bergejolak, seperti daging ayam ras, bawang merah, beras, cabai merah, ikan tongkol, dan minyak goreng. Kondisi tersebut menjadi sinyal perlunya penguatan strategi pengendalian inflasi pangan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, saat membuka kegiatan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram di Fave Hotel, Rabu (19/11/2025).

“Perkembangan inflasi di Kota Mataram pada bulan Oktober 2025 menunjukkan angka 3,12 persen. Meski masih dalam rentang target, angka ini perlu kita cermati karena merupakan inflasi tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Miq Alwan, demikian sapaan akrab Sekda Kota Mataram menjelaskan bahwa, inflasi kelompok pangan kini menjadi indikator penting dalam membaca kondisi pangan nasional. Karena itu, TPID Kota Mataram perlu memperkuat sinergi dengan seluruh perangkat daerah dan lembaga terkait untuk memastikan stabilitas harga.

“Kita harus memastikan harga pangan pokok di tingkat konsumen tetap berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP), serta menjamin pasokan tetap terjaga,” tegasnya.

Sekda juga menyoroti tantangan pengendalian inflasi di Kota Mataram, seperti meningkatnya alih fungsi lahan pertanian, cuaca ekstrem, hingga belum terintegrasinya data pangan secara menyeluruh. Meski demikian, ia berharap TPID tetap kreatif dan inovatif dalam merancang program strategis yang selaras dengan strategi nasional 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Ia menekankan pentingnya pelaporan kegiatan setiap perangkat daerah kepada Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Mataram selaku Sekretariat TPID. “Seluruh upaya, capaian, dan kendala di daerah harus tersampaikan dengan baik kepada TPIN, Kemendagri, dan Dirjen Bina Bangda agar mendapatkan perhatian pemerintah pusat,” tambahnya.

Kegiatan Capacity Building kali ini mengangkat tema: “Strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah dalam Menghadapi Inflasi dari Volatilitas Pangan (Kelompok Volatile Food)”, tema yang dinilai sangat relevan menjelang akhir tahun ketika kebutuhan masyarakat meningkat dan potensi gejolak harga lebih besar.

“Harapan saya, seluruh Kepala Perangkat Daerah anggota TPID beserta jajaran dapat terus mendukung upaya menjaga stabilitas inflasi, khususnya pada kelompok volatile food, serta memastikan bahwa setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Mataram, Luh Putu Sari Savitri, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan anggota TPID, memperkuat motivasi bersama dalam pengendalian inflasi melalui strategi 4K, serta menegaskan pentingnya data dan pelaporan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penyegaran menjelang penyusunan program kerja TPID untuk tahun 2026.

“Setiap perangkat daerah yang tergabung dalam TPID memiliki peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Karena itu, pemahaman yang kuat mengenai strategi 4K dan pentingnya data menjadi modal utama dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Mataram,” jelasnya.

Selanjutnya, peserta menerima pemaparan materi dari dua narasumber, yaitu BPS Kota Mataram yang disampaikan oleh Iswahyudi dengan topik “Proses Perhitungan Angka Inflasi”, serta Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB yang disampaikan oleh Andhi Wahyu Riyadno dengan materi “Peran BI dalam Pengendalian Inflasi di Daerah”. 

Melalui penyampaian kedua materi tersebut, diharapkan TPID Kota Mataram semakin solid, responsif, dan mampu merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas inflasi, khususnya pada komoditas pangan bergejolak.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter