Resmi: Gerakan Tanam Cabai Serentak Se-Kota Mataram Wali Kota: Edukasi Dini Pemanfaatan Lahan Sempit Perkotaan

Resmi: Gerakan Tanam Cabai Serentak Se-Kota Mataram Wali Kota: Edukasi Dini Pemanfaatan Lahan Sempit Perkotaan

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram secara resmi meluncurkan Gerakan Tanam Cabai Serentak Se-Kota Mataram yang melibatkan lebih dari 80.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak PAUD/TK, pelajar SD dan SMP, kader lingkungan, ASN, hingga masyarakat umum. Gerakan ini digelar sebagai wujud nyata edukasi dini tentang pemanfaatan lahan sempit dan penguatan ketahanan pangan keluarga di wilayah perkotaan.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa keterlibatan lintas generasi dalam kegiatan ini menjadi pesan penting untuk mengedukasi masyarakat sejak dini tentang pentingnya bercocok tanam, terutama di tengah keterbatasan ruang di kawasan urban.

“Mataram ini luasnya hanya 61,3 kilometer persegi. Setiap jengkal lahan harus dioptimalkan, termasuk halaman rumah. Melalui gerakan ini, kita mengajarkan sejak dini kepada anak-anak kita, bagaimana menanam bisa menjadi budaya, bahkan solusi jangka panjang untuk mengendalikan inflasi dan memperkuat kemandirian pangan,” ungkapnya saat membuka kegiatan ini.

Cabai dipilih sebagai komoditas utama dalam gerakan ini karena perannya sebagai salah satu penyumbang inflasi. Dengan menanam cabai di rumah, masyarakat tidak hanya belajar bertani di perkotaan, tetapi juga ikut membantu menstabilkan harga pasar dari sisi konsumsi.

Wali Kota juga memberikan apresiasi khusus kepada Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, yang dinilai memiliki peran signifikan dalam mendorong partisipasi masyarakat secara masif.

“Gerakan ini tidak akan sebesar ini tanpa gerakan dari bawah yang dikomandoi oleh Ibu Ketua TP PKK. Dukungan dan gerakan masif inilah yang membuat lebih dari 80.000 orang terlibat, baik secara daring maupun luring,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor,termasuk keterlibatan aktif sekolah-sekolah, lembaga pendidikan, para ASN, serta berbagai komunitas masyarakat.

“Bagi sekolah, kegiatan ini menjadi media edukasi praktis tentang pentingnya menanam, mencintai lingkungan, dan memahami nilai ketahanan pangan. Sedangkan bagi ASN dan masyarakat, ini adalah gerakan yang mendukung langsung program ketahanan pangan rumah tangga,” jelasnya.

Tak hanya menanam, gerakan ini juga dilengkapi dengan lomba konten digital yang melibatkan lebih dari 271 akun media sosial. Aktivitas ini menjadi ruang ekspresi kreatif masyarakat dalam menyuarakan pentingnya menanam sebagai gaya hidup.

Harapan besar pun disematkan agar gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Ketua TP PKK menekankan pentingnya keberlanjutan gerakan ini, agar masyarakat terbiasa menanam bukan hanya cabai, tapi juga komoditas lain seperti tomat, kelor, dan sayuran lainnya.

“Semoga gerakan ini menjadi budaya baru di Kota Mataram. Minimal, setiap rumah punya satu pot cabai atau tanaman sayur. Lebih jauh, kegiatan menanam ini bisa berkembang menjadi aktivitas yang produktif secara ekonomi, sekaligus memperkuat kemandirian keluarga,” tutupnya.

Dengan sinergi semua pihak, Kota Mataram melangkah menuju kota yang sehat, mandiri, dan berdaya, dimulai dari halaman rumah masing-masing warganya. (TK-Diskominfo)

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter