Book Appointment Now

Posyandu Cendana Tampilkan Inovasi Unggulan, Wakili Kota Mataram di Lomba Posyandu NTB 2025

Posyandu Cendana Tampilkan Inovasi Unggulan, Wakili Kota Mataram di Lomba Posyandu NTB 2025
Mataram — Posyandu Keluarga dewasa ini bukan lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan balita dan ibu hamil. Perannya telah berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan dan pemberdayaan keluarga lintas siklus hidup, sejalan dengan arah kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP). Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dalam sambutannya pada kegiatan Penilaian dan Evaluasi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi NTB di Posyandu Cendana, Lingkungan Babakan Permai, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, Jumat (05/12/2025).

“Posyandu Cendana adalah salah satu contoh nyata bagaimana pendekatan keluarga mampu memperkuat derajat kesehatan warga secara lebih menyeluruh,” tegasnya di sela-sela kegiatan.

Sebagai wakil dari Kota Mataram pada Lomba Posyandu Tingkat Provinsi NTB Tahun 2025, Posyandu Cendana menampilkan beragam inovasi unggulan hasil kreativitas dan kerja keras para kader. Inovasi tersebut meliputi Sumbangsih Warga Peduli Posyandu, yakni gerakan gotong royong yang mendorong peningkatan partisipasi kunjungan, terutama dari kelompok usia produktif. Selain itu, ada Gerakan Jumat Berkah yang berfokus pada perubahan perilaku merokok di dalam rumah sebagai upaya penerapan PHBS demi kesehatan keluarga. Posyandu Cendana juga mengembangkan SERANK! (Serai Racikan Tolak Jentik Nyamuk), inovasi sederhana namun efektif dalam pencegahan DBD melalui pemanfaatan serai sebagai pengendali jentik alami.

Dukungan teknologi diwujudkan melalui Pelaporan Berbasis IT, yang memudahkan pencatatan, penyimpanan data, dan survei kepuasan masyarakat. Pada aspek lingkungan, hadir Bank Sampah Posyandu yang menggabungkan edukasi kesehatan dengan pengelolaan sampah berkelanjutan. Sementara itu, program OMABAS (Olahan Makanan Balita Atasi Stunting) menjadi identitas Posyandu Cendana sebagai pusat edukasi gizi yang berkomitmen menurunkan angka stunting di Kota Mataram.

Menurut Wali Kota, berbagai inovasi tersebut tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga menggambarkan kemandirian kader serta kuatnya kolaborasi antara pemerintah kelurahan, puskesmas, PKK, dan para pemangku kepentingan lainnya. “Ini adalah bukti bahwa posyandu mampu menjadi pusat perubahan perilaku dan penguatan ketahanan keluarga,” imbuhnya.
Wali Kota Mataram berharap hasil penilaian dapat membawa kabar baik bagi Posyandu Cendana dan Kota Mataram di tingkat Provinsi NTB. Namun, lebih dari sekadar kompetisi, ia menekankan bahwa yang terpenting adalah keberlanjutan manfaat dari seluruh kegiatan, inovasi, dan pelayanan posyandu bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas hidup, penguatan keluarga sehat, hingga menjaga generasi masa depan tetap kuat.

“Keluarga adalah fondasi terpenting kehidupan kita. Kuatnya posyandu berarti kuat pula keluarga-keluarga di Kota Mataram. Mari terus menjaga semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian yang telah menjadi karakter masyarakat kita,” pungkasnya.(TK-Diskominfo)



