Perayaan Lebaran Topat 1446 H: Simbol Syukur, Silaturahmi, dan Pelestarian Budaya Lokal

Perayaan Lebaran Topat 1446 H: Simbol Syukur, Silaturahmi, dan Pelestarian Budaya Lokal

Lebaran Topat merupakan salah satu tradisi budaya yang sarat makna dan filosofi, serta menjadi wujud nyata dari kekayaan kearifan lokal masyarakat Lombok, khususnya di Kota Mataram. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi simbol syukur atas selesainya ibadah puasa sunah enam hari di bulan Syawal, sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Filosofi ketupat sebagai ikon utama Lebaran Topat memiliki makna mendalam. Dalam bahasa Jawa, “kupat” berarti “ngaku lepat” atau mengakui kesalahan. Hal ini mencerminkan ajaran luhur untuk senantiasa rendah hati, saling memaafkan, dan membina hubungan sosial yang harmonis.

Nilai-nilai tersebut disampaikan oleh Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. L. Martawang, saat membacakan sambutan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dalam acara perayaan Lebaran Topat 1446 H yang bertajuk “Ma’ripat Satu Sampan” atau “Mataram Religi Ketupat Silaturahmi Masyarakat Ampenan” di Pemakaman Bintaro, Kecamatan Ampenan, pada Senin (07/04/2025).

“Lebaran Topat bukan hanya tradisi, tetapi cermin dari nilai-nilai luhur kebersamaan dan harmoni yang tumbuh dalam kehidupan sosial kita. Ini adalah bukti nyata bahwa warisan budaya dapat terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari identitas kita”. Ujar H. L. Martawang.

Selain itu, anyaman janur pada ketupat menjadi lambang keterikatan sosial yang kuat. Seperti helai-helai daun yang teranyam rapi, masyarakat diajarkan tentang pentingnya persatuan, toleransi, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Namun demikian, di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi, pelestarian budaya menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Mataram berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan yang memperkuat nilai-nilai budaya lokal. Upaya ini sejalan dengan visi Kota Mataram sebagai kota yang Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri (HARUM).

“Perayaan Lebaran Topat juga memiliki nilai strategis dalam pengembangan budaya lokal dan sektor pariwisata. Kemeriahan dan keunikan tradisi ini berpotensi menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, perlu adanya kemasan yang lebih inovatif agar Lebaran Topat bisa dikenal lebih luas sebagai ikon budaya yang membanggakan Kota Mataram yang Semakin HARUM”. Tegasnya kembali

Diakhir penyampaiaanya, H. L. Martawang mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati momen Labaran Topat dengan penuh kegembiraan dengan semangat kebersamaan.

“Marilah kita nikmati setiap momen perayaan Lebaran Topat dengan penuh kegembiraan, semangat kebersamaan, dan kesadaran akan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya serta memperkuat tali silaturahmi. Semoga Lebaran Topat 1446 H membawa berkah, kedamaian, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat”. Pungkas Asisten I Bidang Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. L. Martawang, yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Senada dengan itu, Lurah Bintaro, Rudi Herlambang, dalam laporannya menyampaikan bahwa hastag perayaan Lebaran Topat tahun ini mengusung semangat kebersamaan. “Insya Allah, ikhtiar kami bersama seluruh masyarakat Kecamatan Ampenan adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat silaturahmi di tengah keberagaman yang ada. Alhamdulillah, kegiatan ini melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari pemikiran hingga sumbangsih materil”. Ungkapnya.

Rudi Herlambang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Camat Ampenan, para lurah se-Kecamatan Ampenan, hingga para kepala lingkungan yang hadir dan mendukung kegiatan ini dari awal hingga puncak acara. “Kami berharap, dengan keberagaman masyarakat di Kecamatan Ampenan, kita bisa terus menumbuhkan toleransi, persatuan, dan kerukunan antar umat beragama. Prinsip kami adalah ‘Perbedaan yang Menyatukan’ menuju Mataram yang semakin HARUM”. Tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mataram, para Staf Ahli, para Asisten, dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Mataram, Para Pengusaha dan Pelaku Pariwisata, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Budayawan, dan Tokoh Seni serta masyarakat yang memadati area Makam Bintaro.

Perayaan Lebaran Topat 1446 H dipusatkan pada dua lokasi, yaitu di Bintaro, Kecamatan Ampenan dan Taman Wisata Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter