Pemkot Mataram Paparkan Strategi Penurunan Kemiskinan dan Stunting di Hadapan Kemendagri

Pemkot Mataram Paparkan Strategi Penurunan Kemiskinan dan Stunting di Hadapan Kemendagri

Mataram,— Pemerintah Kota Mataram kembali menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting melalui pemaparan kinerja daerah yang berlangsung di Command Center, Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (4/4/2026).

Presentasi disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Mataram. Kegiatan ini merupakan bagian dari rapat koordinasi pemerintah daerah dalam rangka penilaian kinerja daerah oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Dalam paparannya, Sekda Kota Mataram menyampaikan bahwa tren penurunan kemiskinan di Kota Mataram menunjukkan capaian yang positif dan konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Angka kemiskinan Kota Mataram terus mengalami penurunan dari 8,62 persen pada tahun 2023 menjadi 7,15 persen di tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan telah mampu menggraduasi hampir 4.000 jiwa keluar dari garis kemiskinan,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya tersebut diperkuat melalui alokasi anggaran yang signifikan, dengan fokus pada tiga strategi utama, yakni pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, serta pengurangan kantong kemiskinan.

“Total anggaran penanggulangan kemiskinan mencapai lebih dari Rp65 miliar, yang menyasar lebih dari 90 ribu penerima manfaat melalui berbagai program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan akses infrastruktur dasar,” jelasnya.

Selain itu, dalam penanganan stunting, Pemerintah Kota Mataram juga mencatat progres yang cukup signifikan. Berdasarkan data EPPGBM, prevalensi stunting berhasil ditekan dari 17,13 persen pada tahun 2022 menjadi 5,53 persen di tahun 2025.

Sekda menambahkan, capaian tersebut tidak lepas dari pendekatan terintegrasi lintas sektor, dukungan regulasi, serta inovasi daerah seperti aplikasi SEPADAN untuk pemutakhiran data kemiskinan, serta berbagai program intervensi gizi spesifik dan sensitif.

“Penanganan stunting kami lakukan secara konvergen, mulai dari aspek kesehatan, gizi, pola asuh, hingga perbaikan lingkungan, dengan dukungan anggaran lebih dari Rp44,8 miliar,” ungkapnya.

Dalam sesi diskusi, salah satu panelis dari Kementerian Dalam Negeri, Aditya, menyampaikan apresiasi atas capaian yang dipaparkan oleh Pemerintah Kota Mataram. Namun demikian, ia juga memberikan sejumlah catatan penting sebagai bahan penguatan ke depan.

“Kami melihat capaian Kota Mataram sangat baik dan terstruktur. Namun, perlu diperjelas langkah-langkah konkret dalam menjawab tantangan, khususnya terkait penduduk miskin di sektor informal, serta strategi penguatan intervensi bagi kelompok rentan seperti disabilitas dan lansia,” ujar Aditya.

Ia juga menyoroti optimalisasi pemanfaatan inovasi daerah, termasuk aplikasi SEPADAN, serta efektivitas realisasi anggaran dalam mendukung program penanggulangan kemiskinan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Mataram bersama jajaran OPD terkait memberikan klarifikasi bahwa berbagai program telah dirancang secara berkelanjutan, termasuk pelatihan kerja, pemberdayaan UMKM, serta fasilitasi akses ekonomi untuk mendorong transformasi sektor informal ke formal.

Selain itu, intervensi terhadap kelompok rentan juga terus diperkuat melalui bantuan sosial, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan yang terintegrasi dengan data berbasis sistem.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas intervensi program berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, guna memastikan penurunan kemiskinan dan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Komitmen kami jelas, menurunkan kemiskinan, menuntaskan stunting, dan memastikan setiap warga Kota Mataram dapat hidup lebih sejahtera,” tutup Sekda.

Share your love