Pemkot Mataram Mantapkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Pemkot Mataram Mantapkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi

Mataram — Pemerintah Kota Mataram memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat pada akhir 2025 hingga awal 2026. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat memimpin Rapat Koordinasi Pemantapan Kesiapsiagaan Bencana yang melibatkan seluruh perangkat daerah, TNI/Polri, relawan, hingga perangkat lingkungan. Berlangsung di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota, pada Selasa (02/12/2025).

Wali kota mengungkapkan bahwa indeks kerawanan hidrometeorologi menunjukkan adanya potensi banjir tinggi, seiring peningkatan curah hujan sejak akhir Oktober 2025, dengan puncak ekstrem diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Beberapa wilayah rawan banjir yang menjadi perhatian ialah Turide, Dasan Cermen, Abian Tubuh, Kekalik, dan Bintaro, sedangkan potensi rob atau pasang air laut juga meningkat di sejumlah kawasan pesisir seperti Pondok Perasi, Kampung Melayu, Mapak, dan Tanjung Karang.

“Kita semua harus meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah hadir memastikan kesiapan penuh, namun masyarakat juga perlu menjaga kehati-hatian terutama di wilayah sungai, saya minta pak lurah bekerja sama dengan para kepala lingkungan untuk mengimbau warga masyarakat kita, terutama anak-anak, yang masih beraktivitas di sungai. Saya ingatkan betul, jangan sampai terjadi korban atau hal-hal yang tidak kita inginkan” tegasnya.

H. Mohan Roliskana juga menyoroti kondisi genangan di beberapa titik akibat drainase yang belum optimal. Ia mengapresiasi langkah Dinas PUPR yang terus menata dan membuka saluran di wilayah Karang Buaya, Pagutan, Pejeruk, Dasan Sari, Lingkar Selatan, Pagesangan Timur, dan Babakan.

Untuk penguatan respons, Wali Kota memerintahkan seluruh kanal informasi pemerintah memberikan imbauan secara masif, termasuk melalui pengeras suara di persimpangan jalan. H. Mohan Roliskana juga menekankan agar personel lapangan dari BPBD, Damkar, DLH, PUPR, Satpol PP bersama TNI/Polri berada dalam kondisi siaga.

Secara khusus, Wali Kota Kota Mataram meminta BPBD untuk memastikan seluruh peralatan seperti perahu karet, tenda darurat, dapur umum, pompa portabel, hingga logistik tambahan berada dalam kondisi siap pakai. Posko induk di Pendopo Wali Kota serta posko kecamatan juga diinstruksikan tidak boleh kosong, terutama saat hari libur. “Komunikasi harus intens. Setiap informasi sekecil apa pun wajib dilaporkan melalui WA maupun HT agar penanganan lebih cepat,” ujar Wali Kota.

Menutup rakor, Wali Kota Mohan menegaskan enam poin utama penguatan penanggulangan bencana:

  • Deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan.
  • Penyampaian informasi siaga bencana yang cepat dan jelas kepada masyarakat
  • Kesiapan personel, sarana prasarana, kendaraan operasional, dan logistik.
  • Respons cepat, evakuasi, bantuan darurat, dan dukungan pemulihan termasuk trauma healing.
  • Penanganan bencana terpadu, tanpa ego sektoral, dengan satu panduan komando.
  • Penguatan kolaborasi dengan TNI/Polri, Basarnas, relawan, dan komunitas ORARI.

“Kita tidak boleh lengah. Potensi bencana sering muncul tanpa diduga. Tugas kita adalah memastikan masyarakat tenang karena pemerintah hadir dan bekerja,” tegas Wali Kota.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana menutup dengan doa agar Kota Mataram senantiasa dilindungi Allah SWT dan seluruh jajaran pemerintah dapat menjalankan tugas dengan baik demi keselamatan dan kenyamanan warganya.

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Mataram TGH. Mujiburrahman menegaskan pentingnya ketenangan dan kehadiran pemerintah di tengah situasi yang tidak menentu. Ia menggambarkan kondisi saat ini seperti berada dalam pesawat yang mengalami turbulensi.

“Bagaimanapun keras turbulensinya, kita harus tetap bisa menenangkan warga masyarakat kita. Seluruh masyarakat bergantung pada kita, pada informasi yang kita berikan, pada langkah antisipasi maupun mitigasi yang kita lakukan,” ujarnya.

Wakil Wali Kota meminta para camat dan lurah untuk terus berada di wilayah masing-masing, memantau kondisi, memberikan edukasi, dan menciptakan rasa aman serta nyaman bagi warga.

“Tugas kita memang berat, tetapi ini bukan sekadar rutinitas. Niatkan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT, agar setiap langkah kita membawa manfaat dan perlindungan bagi masyarakat,” tegasnya.

Seperti biasa, untuk memberikan semangat dan motivasi kepada jajaran TGH Mujiburrahman memberikan sebuah pantun yang disambut tepuk.

“Ke Cakranegara Membeli Obat, Mobil Lewan Didpena Museum, Walau Kerja Kita Terkadang Berat , Tetap Semangat Dan Tersenyum” tutup Wakil Wali Kota Mataram.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter