Book Appointment Now

Pemkot Mataram Dukung Penguatan, Kemetrologian untuk Niaga yang Adil
Pemkot Mataram Dukung Penguatan, Kemetrologian untuk Niaga yang Adil
Mataram— Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya dalam memperkuat fungsi kemetrologian sebagai fondasi ketertiban niaga dan perlindungan konsumen. Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, menyebut metrologi memiliki peran vital dalam memastikan keakuratan alat ukur, takar, dan timbang di seluruh aktivitas perdagangan.

“Di balik transaksi yang adil, perdagangan yang sehat, dan kepercayaan konsumen terhadap pasar, terdapat peran penting kemetrologian yang menjamin ketepatan alat ukur dan transparansi niaga,” ujarnya saat menerima kunjungan dan pembahasan kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang kemetrologian antara Pemerintah Kota Mataram dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, di Pendopo Margapati, Senin (27/10/2025).

Menurut Wakil Wali Kota, fungsi kemetrologian bukan hanya urusan teknis, tetapi juga memiliki dimensi moral, sosial, dan spiritual. “Aspek moral mengajarkan kejujuran dan amanah; aspek sosial menegakkan keadilan ekonomi agar tidak ada pedagang maupun pembeli yang dirugikan; dan aspek spiritual menjadi perintah agama agar ketepatan dalam pengukuran dan penakaran senantiasa dijaga. Di situlah letak keberkahan akan diperoleh,” jelasnya.

TGH. Mujiburrahman menambahkan, kehadiran pemerintah dalam memastikan alat ukur yang tepat adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar — mencegah kecurangan dan memastikan setiap transaksi berjalan adil. Ia menegaskan pentingnya proses tera dan tera ulang sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi konsumen dan menjaga keberkahan usaha para pelaku niaga.
“Profesionalisme aparatur juga menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik. Keahlian petugas dalam memeriksa dan memastikan ketelitian alat ukur harus terus ditingkatkan. Terlebih di era sekarang, ketika pemerintah pusat dan daerah tengah berupaya menekan inflasi melalui TPID, peran metrologi menjadi sangat penting dalam menjaga akurasi data pasokan dan konsumsi,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, kesalahan dalam alat ukur dapat menyebabkan data pasokan terlihat berlebih padahal sebenarnya terbatas, yang pada akhirnya berpengaruh pada perhitungan inflasi. “Karena itu, bagi kami di Pemerintah Kota Mataram, pelaksanaan kemetrologian bukan hanya tugas administratif, tetapi juga amanah moral dan sosial untuk memastikan keadilan bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, TGH. Mujiburrahman menyambut baik kerja sama pengembangan SDM kemetrologian dengan Kementerian Perdagangan. Ia berharap pelatihan dan peningkatan kompetensi aparatur dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas daerah.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Seperti pesan Nabi, ‘Timbanglah dengan timbangan yang tepat dan takarlah dengan takaran yang sempurna; itu lebih baik bagimu dan lebih membawa keberkahan.’ Jadi, kemetrologian bukan sekadar tugas pemerintahan, tetapi juga bagian dari pelaksanaan perintah agama — agar tidak ada kecurangan yang merugikan masyarakat,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Mardiana Listyowati, mengungkapkan bahwa sejumlah daerah telah mengirimkan peserta didik ke Akademi Metrologi dan Instrumentasi (AMI) yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan.

Ia menyampaikan, pihaknya tengah menyiapkan peningkatan status AMI menjadi Politeknik Metrologi dan Instrumentasi dengan jenjang pendidikan D4. “Kami berencana menambah satu program studi baru yang berfokus pada mutu. Jadi, nantinya akan ada tiga program studi. Rencananya, pada Januari 2026 kami akan mendaftarkan peningkatan status tersebut,” jelasnya.

Mardiana juga mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan keberadaan AMI sebagai satu-satunya lembaga pendidikan metrologi di Indonesia. “Kami berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah terus berlanjut, agar pengembangan SDM kemetrologian semakin berdampak bagi masyarakat, terutama dalam upaya melindungi konsumen dan menjaga ketertiban niaga,” pungkasnya.



