Pemkot Mataram dan Kejari Mataram Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Perkuat Pelayanan Publik Inklusif

Pemkot Mataram dan Kejari Mataram Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Perkuat Pelayanan Publik Inklusif

Pemerintah Kota Mataram menggelar Pelatihan Bahasa Isyarat Tingkat Dasar dan Lanjutan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Mataram. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, dan berlangsung di Aula Lantai III Kantor Wali Kota Mataram pada Senin (02/03/2025).

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mataram terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, selama ini berbagai fasilitas fisik bagi disabilitas seperti akses kursi roda dan sarana pendukung di ruang publik maupun perkantoran telah disiapkan. Namun, kemampuan berbahasa isyarat bagi aparatur pelayanan publik masih menjadi kebutuhan yang harus diperkuat.

“Selama ini fasilitas fisik sudah kita siapkan, baik di jalan maupun di kantor pelayanan. Namun kemampuan bahasa isyarat, terutama bagi pimpinan dan petugas layanan di dinas-dinas, ini yang memang harus kita miliki,” ujar Miq Alwan demikian sapaan akrabnya Sekda Kota Mataram.

Miq Alwan menjelaskan, inisiasi pembelajaran bahasa isyarat sebenarnya telah dimulai sejak 2023, diawali dengan program membaca Al-Qur’an dalam bahasa isyarat. Pelatihan kali ini menjadi kelanjutan dari komitmen tersebut, dengan materi tingkat dasar hingga lanjutan.

Sekda juga mengapresiasi kolaborasi lintas perangkat daerah dan Kejaksaan dalam penyelenggaraan kegiatan ini, khususnya Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Ia berharap ke depan seluruh perangkat daerah dapat turut serta meningkatkan kapasitas aparatur dalam bahasa isyarat guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kita ingin pelayanan di Kejaksaan maupun di seluruh perangkat daerah di Kota Mataram benar-benar ramah dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram, Gde Made Pasek Swardhyana, menyampaikan bahwa pelatihan bahasa isyarat ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap saudara-saudara penyandang disabilitas, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kesetaraan pelayanan.

“Kegiatan ini adalah upaya kita memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Pelatihan ini juga menjadi sarana penyegaran, karena kemampuan bahasa isyarat perlu terus dilatih agar tidak lupa,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya Kejari Mataram telah melaksanakan pelatihan serupa. Namun melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Mataram, pelatihan kembali digelar untuk memperkuat pemahaman peserta, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.

Dalam konteks pembangunan Zona Integritas, Kejari Mataram juga mencatatkan sejumlah prestasi di tingkat nasional, termasuk meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta penghargaan sebagai salah satu satuan kerja unggulan se-Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi antara Kejaksaan dan Pemerintah Daerah ini semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam mewujudkan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan,” tambahnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Isyarat Al Ihsan Foundation yang memberikan materi dan praktik langsung kepada para peserta.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Mataram dan Kejaksaan Negeri Mataram menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang ramah disabilitas, profesional, serta berorientasi pada kesetaraan dan kemanusiaan.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter