Pemkot Mataram dan BBPOM Sinergi Wujudkan Keamanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Pemkot Mataram dan BBPOM Sinergi Wujudkan Keamanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

Mataram, 22 April 2025 — Pemerintah Kota Mataram menyatakan komitmennya dalam mewujudkan sistem pangan yang aman, sehat, dan bergizi sebagai bagian dari upaya mendukung visi Indonesia Emas 2045. Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Advokasi Program Terpadu Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, dan Sekolah Aman Pangan yang diselenggarakan di Aula BBPOM Mataram, Selasa (22/04/2025).

Kegiatan dibuka oleh Asisten I Setda Kota Mataram, H. L. Martawang, yang hadir mewakili Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana.

“Pemerintah Kota Mataram sangat serius dalam mendukung ketahanan dan keamanan pangan yang berkelanjutan. Ini bukan sekadar program, tapi bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional kita,” ujarnya.

Martawang menekankan bahwa pangan aman merupakan hak masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945, serta menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan SDM unggul dan peningkatan daya saing daerah. Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan keamanan pangan di NTB masih cukup kompleks, terutama masih ditemukannya bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil dalam produk pangan.

Dalam mendukung penguatan pengawasan, Pemkot Mataram telah merevisi Surat Keputusan Wali Kota tentang pembentukan Tim Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan (TKPPOM) Terpadu sebagai bentuk sinergi bersama BBPOM Mataram. Langkah ini juga selaras dengan regulasi nasional seperti Inpres Nomor 3 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 41 Tahun 2018.

Kota Mataram juga menjadi salah satu daerah prioritas nasional yang ditetapkan BBPOM dalam pelaksanaan tiga program utama keamanan pangan 2025, yakni Desa/Kelurahan Pangan Aman, Pasar Aman Berbasis Komunitas, dan Sekolah Aman Pangan.

“Program ini mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan diyakini mampu menurunkan angka stunting serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan bergizi,” jelas Martawang.

Kepala BBPOM Mataram, Yosef Dwi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem keamanan pangan. Ia menyampaikanbahwa penyakit akibat pangan seperti diare masih tinggi di Indonesia dan memberikan beban ekonomi yang signifikan.

“Edukasi sejak dini tentang keamanan pangan, termasuk batas konsumsi gula, garam, dan lemak, sangat krusial untuk mencetak generasi masa depan yang sehat dan kompetitif,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, BBPOM Mataram menyerahkan penghargaan kepada:

– Kelurahan Sapta Marga sebagai Juara I Desa/Kelurahan Pangan Aman Tingkat Provinsi NTB,

– Pasar ACC Ampenan sebagai Juara I Pasar Aman Berbasis Komunitas Tingkat Provinsi NTB,

– SMPN 15 Mataram sebagai Juara III Sekolah Aman Pangan Tingkat Provinsi NTB.

Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antar pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi program keamanan pangan secara berkelanjutan di Kota Mataram. * (TK-Diskominfo)

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter