Moderasi Beragama Kunci Menjaga Keberagaman Kota Mataram

Moderasi Beragama Kunci Menjaga Keberagaman Kota Mataram

Mataram – Keberagaman yang dimiliki Kota Mataram menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah. Selain sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Mataram dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat heterogenitas yang tinggi, baik dari sisi agama, suku, ras, maupun budaya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, saat menerima kunjungan Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Mataram, H. Agus, bersama dosen UIN Mataram, Zakaria Ansori, di Pendopo Margapati Wakil Wali Kota Mataram, Kamis (11/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, TGH. Mujiburrahman menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Kota Mataram menjadi landasan penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, yaitu Mataram HARUM (Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri) yang diusung Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana bersama Wakil Wali Kota Mataram.

Menurut Wakil Wali Kota, visi tersebut tidak hanya menjadi slogan pembangunan, tetapi juga menggambarkan rangkaian nilai yang saling berkaitan dan menjadi pedoman dalam menyatukan berbagai kepentingan di tengah masyarakat yang majemuk.

“tanpa harmoni tidak akan tercipta rasa aman. Sementara tanpa rasa aman, masyarakat tidak dapat membangun hubungan yang ramah, saling mendukung, dan bekerja sama. Dari suasana yang harmonis, aman, dan ramah tersebut akan lahir berbagai keunggulan yang pada akhirnya mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya dengan senyum.

Sebagai pemerintah daerah, lanjutnya, Pemerintah Kota Mataram memiliki tanggung jawab untuk mengakomodasi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun. Karena itu, nilai-nilai moderasi beragama menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Moderasi beragama yang kami pahami adalah tetap teguh dalam keyakinan, tetapi bijak dalam pergaulan. Kuat dalam prinsip, namun santun dalam menghargai perbedaan. Dengan cara itulah kehidupan beragama di Kota Mataram dapat berjalan dengan baik, harmonis, dan aman,” tegasnya.

Sementara itu, Zakaria Ansori menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi kerukunan dan moderasi beragama yang selama ini terbangun di Kota Mataram. Menurutnya, berbagai referensi dan kajian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tren moderasi beragama di Kota Mataram berada pada kategori yang sangat baik.

Secara kualitatif, terdapat banyak kekayaan sosial yang mencerminkan praktik moderasi beragama yang kuat di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan tersebut adalah komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD, hingga program-program yang dijalankan oleh masing-masing perangkat daerah.

“Kami melihat nilai-nilai moderasi beragama tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah menjadi bagian dari kebijakan pembangunan. Kami sangat mengapresiasi karena visi Kota Mataram dibangun dengan paradigma moderasi beragama. Ini merupakan kekuatan besar dalam mengelola keberagaman dan menjaga harmoni masyarakat,” pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut, Kepala Bale Mediasi Kota Mataram, H. Saiful Mukmin, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, Zarkasyi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. L. Martawang, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, M. Israkh Tantowi.

Share your love