Mataram Uji Coba Lima Hari Sekolah, Waktu Belajar Ditata, Waktu Keluarga Dijaga

Mataram Uji Coba Lima Hari Sekolah, Waktu Belajar Ditata, Waktu Keluarga Dijaga

Mataram — Pemerintah Kota Mataram mulai menguji coba penerapan sistem lima hari sekolah bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan ini belum diberlakukan secara menyeluruh dan akan dievaluasi secara bertahap, dengan menempatkan kepentingan anak sebagai pertimbangan utama.

Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, mengatakan uji coba tersebut akan dipantau secara ketat sebelum diputuskan sebagai kebijakan permanen. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SD dan SMP, Rabu (14/1/2025).

“Kita ingin memastikan sistem ini benar-benar siap diterapkan. Bukan hanya dari sisi kurikulum, tetapi juga kesiapan sarana prasarana, kapasitas guru, serta dampaknya terhadap kondisi fisik dan psikologis anak-anak,” ujarnya kembali.

Didampingi Sekretaris Daerah Kota Mataram dan jajaran asisten Setda, Wali Kota menegaskan bahwa hasil pemantauan selama masa uji coba akan menjadi dasar evaluasi kebijakan. Berbagai masukan dari sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat akan dihimpun dan dikaji secara menyeluruh.

Secara teknis, penerapan lima hari sekolah akan menambah waktu belajar sekitar satu jam setiap hari bagi siswa SD dan SMP. Penambahan waktu tersebut diharapkan mampu membuat proses pembelajaran lebih efektif dan terstruktur, sekaligus membuka ruang bagi penguatan karakter, pengembangan minat, dan bakat melalui kegiatan nonakademik.

Namun, menurut orang nomor satu di Kota Mataram ini, kebijakan ini tidak semata-mata berbicara soal jam belajar. Ada dimensi sosial dan emosional yang juga menjadi perhatian pemerintah.

“Kami juga mendengar respons orang tua dan pandangan masyarakat. Salah satu nilai penting dari sistem ini adalah memberikan waktu akhir pekan yang lebih longgar, agar anak-anak bisa memiliki kebersamaan yang lebih berkualitas dengan keluarga,” katanya.

Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Setiap kebijakan, kata Mohan, harus lahir dari kebutuhan nyata di lapangan dan berpihak pada tumbuh kembang peserta didik.

“Yang utama adalah memastikan anak-anak kita belajar dengan nyaman, sehat, dan bahagia,” pungkasnya.(TK–Diskominfo)

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter