Mataram Diproyeksikan Jadi Kota Wakaf Percontohan Indonesia

Mataram Diproyeksikan Jadi Kota Wakaf Percontohan Indonesia

Mataram — Kota Mataram kembali mencuri perhatian nasional setelah diproyeksikan menjadi salah satu Kota Wakaf Percontohan Indonesia. Predikat ini menguat saat kegiatan Kick Off Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf bertema “Wakaf Berdampak, Mataram Semakin Harum” yang digelar di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Rabu (19/11/2025). Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem wakaf yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Wakaf itu berbeda dengan zakat. Wakaf lebih inklusif. Bahkan masyarakat non-Muslim pun boleh berwakaf atau menerima manfaat wakaf,” tegas Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Gafur, saat membuka kegiatan.

Ia menekankan bahwa tema yang diangkat selaras dengan program nasional The Wonderful of Harmony yang tengah digencarkan Kemenag RI. Menurutnya, keberagaman sosial-religius yang menjadi karakter Kota Mataram merupakan modal kuat untuk mengembangkan gerakan wakaf yang berdimensi luas.

Prof. Waryono juga optimistis Mataram berpotensi menjadi percontohan nasional, sebagaimana sebelumnya berhasil meraih nilai tinggi dalam indeks antikorupsi. Ia mengajak seluruh elemen menghidupkan kembali tradisi wakaf yang telah lama menjadi kekuatan peradaban.

“Kami mencatat terdapat 843 bidang tanah wakaf di Kota Mataram dengan total luas 1.422.962 meter persegi,” ungkap Kasubdit Bina Kelembagaan dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Kemenag RI, H. Muhibbudin, S.Fil., M.E.

Ia menjelaskan bahwa aset tersebut mencakup masjid, musala, lembaga pendidikan, lahan sawah, pekarangan, kuburan, serta sarana sosial keagamaan lainnya. Menurutnya, basis data ini menjadi landasan kuat penetapan Kota Mataram sebagai Kota Wakaf. Muhibbudin juga mengapresiasi peran ATR/BPN yang telah memperkuat pengamanan aset wakaf agar kelak dapat dikelola secara lebih akuntabel dan produktif. Ia mengajak seluruh stakeholders dalam ekosistem zakat dan wakaf untuk meningkatkan tata kelola, literasi, dan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat yang menetapkan Mataram sebagai kota wakaf pertama di Provinsi NTB.

“Ini bukan hanya penghargaan, tetapi amanah besar bagi kami untuk memastikan bahwa Mataram mampu menjadi contoh praktik wakaf yang produktif, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem wakaf membutuhkan sinergi seluruh pihak—pemerintah, lembaga keuangan syariah, akademisi, komunitas, hingga sektor swasta. Dengan tata kelola yang baik dan kolaborasi yang terarah, program wakaf diyakini mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus memperkuat kesejahteraan publik.

Pemerintah Kota Mataram berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program Kota Wakaf melalui peningkatan literasi di ruang publik, sekolah, instansi pemerintahan, hingga komunitas. Pemkot juga membuka ruang kolaborasi dan menyiapkan fasilitas pendukung untuk memperkuat gerakan wakaf di tingkat kota. Gerakan wakaf produktif dan wakaf uang menjadi fokus yang terus didorong agar setiap kontribusi dapat menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (TK-Diskominfo)

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter