Book Appointment Now

Mataram Berkembang Seperti Mutiara, Indah dan Bernilai Tinggi
Mataram Berkembang Seperti Mutiara, Indah dan Bernilai Tinggi
Mataram – Proses pembuatan mutiara memakan waktu hampir tiga tahun, sejak awal penanaman inti (nucleus). Mutiara tumbuh dari sesuatu yang kecil, terasah lapis demi lapis, hingga matang menjadi perhiasan yang indah dan bernilai tinggi. Begitulah pula Kota Mataram—dibangun dari kebijakan yang ditanamkan para pemimpin terdahulu, meletakkan fondasi kuat sehingga perjalanan kota ini terus berkesinambungan dari masa ke masa.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, saat membuka Festival Mutiara Mataram ke-5 dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Kota Mataram. Kegiatan yang berlangsung di Atrium Lombok Epicentrum Mall ini digelar pada Sabtu malam (09/08/2025) dan disambut antusias oleh masyarakat.
“Saya menganalogikan perkembangan Kota Mataram seperti proses terbentuknya mutiara, tumbuh dari hal kecil, ditempa lapis demi lapis oleh sejarah dan kebijakan pemimpin sebelumnya, hingga menjadi sesuatu yang indah dan membanggakan. Mataram hari ini adalah hasil dari ide, gagasan, dan cita rasa masyarakat yang terus berkembang pesat. Branding mutiara bukan hanya karena Kota Mataram identik dengan mutiara atau Lombok dikenal sebagai penghasil mutiara, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mencerminkan perjalanan dan pertumbuhan kota ini,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Wali Kota juga menegaskan optimisme bahwa mutiara sebagai branding Kota Mataram memiliki nilai yang jauh melampaui sekadar komoditas berharga. Mutiara adalah anugerah yang merupakan simbol keindahan dan keajaiban alam.

Menurut H. Mohan Roliskana, para pelaku usaha mutiara di Kota Mataram telah berkembang pesat, tidak hanya dari segi volume produksi, tetapi juga kreativitas desain, standar kualitas, dan daya saing pasar. Jaringan pemasaran pun semakin luas, baik untuk produk rumahan maupun produksi galeri dan griya yang kini memiliki kualitas luar biasa.

H. Mohan Roliskana juga mengungkapkan bahwa Mutiara Lombok telah resmi mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI. Pengakuan ini memperkuat kekhasan mutiara Mataram dan Lombok, sekaligus memastikan setiap wisatawan akan menjadikannya pilihan utama oleh-oleh.

“Saya berharap sektor kriya mutiara terus tumbuh pesat. Kegiatan ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi pedagang, pelaku usaha, dan pengunjung yang hadir,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, dalam laporannya menyampaikan bahwa festival tahun ini menghadirkan sesuatu yang berbeda, yakni edukasi dan demonstrasi budidaya mutiara. Para pelaku usaha menampilkan langsung proses pembudidayaan, menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap mutiara sebagai ikon Kota Mataram yang juga terabadikan pada Tugu Mataram Metro.

Di bawah binaan Ketua Dekranasda Kota Mataram, yaitu Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, pengunjung dapat menyaksikan koleksi perhiasan mutiara dengan desain unik, bernilai seni tinggi, dan berkelas dunia. Desain ini menjadi bukti mengapa mutiara memiliki nilai jual yang istimewa. Festival juga diikuti oleh pelaku UMKM dari Lombok Barat dan Lombok Timur sebagai bentuk kolaborasi memperkuat citra mutiara Lombok sebagai ikon tidak hanya Kota Mataram, tetapi juga Nusa Tenggara Barat.

Sebagai pelengkap, digelar fashion show anak-anak untuk menanamkan kecintaan terhadap mutiara sejak dini, agar warisan budaya dan ekonomi ini tetap lestari di hati generasi muda.

Kedepan, Festival Mutiara Mataram akan dikembangkan menjadi ajang yang lebih besar dengan mengundang pengusaha mutiara dari berbagai daerah di Indonesia. Harapannya, apresiasi dan nilai jual mutiara semakin meningkat, mengingat pangsa pasarnya yang luas serta proses pembuatannya yang membutuhkan kesabaran, keterampilan, dan waktu hingga tiga tahun untuk menghasilkan kualitas terbaik.

“Festival Mutiara Mataram menjadi jendela bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal, mencintai, dan bangga terhadap mutiara—ikon yang mencerminkan keindahan, ketekunan, dan kejayaan Kota Mataram”. Tutup Cahya Samudra.



