Book Appointment Now

Lulus Kuliah Bukan Garis Akhir, Dunia Kerja Justru Ujian Sesungguhnya

Lulus Kuliah Bukan Garis Akhir, Dunia Kerja Justru Ujian Sesungguhnya
MATARAM — Ijazah boleh menjadi tanda seseorang telah menuntaskan pendidikan. Tetapi dunia kerja tidak pernah hanya bertanya tentang selembar kertas. Ia menguji daya tahan, kompetensi, konsistensi, integritas, hingga karakter seseorang ketika berhadapan dengan tekanan dan perubahan.

Pesan itulah yang disampaikan Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, kepada para lulusan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Mataram dalam gelaran Job & Career Fair 2026 “Career Preparation: Dari Kampus Menuju Dunia Profesional”, di Aula Bir Ali II Asrama Haji NTB, Rabu (30/9/2026).
Mohan mengingatkan, kelulusan dari perguruan tinggi bukanlah garis akhir. Justru setelah toga dilepas dan pintu kampus ditinggalkan, perjalanan yang sesungguhnya dimulai.
“Kalau selesai di kampus, selesai di kampus, bukan berarti semuanya selesai. Justru yang kita hadapi saat ini adalah yang paling menantang dan penuh dengan dinamika, yaitu setelah keluar dari kampus,” ujarnya.
Menurut Mohan, dunia profesional memiliki ukuran yang jauh lebih kompleks. Ijazah menunjukkan seseorang telah menyelesaikan pendidikan, tetapi kemampuan bertahan dan berkembang akan ditentukan oleh apa yang dimiliki di luar ijazah itu sendiri.

Karena itu, ia mendorong para lulusan untuk terus memperkuat kompetensi sekaligus membangun karakter. Resiliensi, konsistensi, integritas dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan teknis.
Mohan menyebut Career Preparation bukan sekadar ruang untuk berburu lowongan pekerjaan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang refleksi bagi para lulusan untuk melihat kembali kemampuan yang sudah dimiliki sekaligus menemukan celah kompetensi yang masih harus diperkuat.
“Ini bukan sekadar untuk mendapatkan peluang cari kerja, tetapi juga untuk bisa mengukur apa yang sudah kita miliki dan kira-kira apa yang harus kita lengkapi dalam menghadapi persaingan yang sangat kompetitif di dunia kerja nanti,” katanya.

Pesan tersebut menemukan relevansinya dengan kondisi ketenagakerjaan Kota Mataram. Kota dengan populasi usia produktif yang besar membutuhkan ruang yang mampu mempertemukan kompetensi, kebutuhan industri, dan peluang kerja.
Mohan menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Mataram yang berada di kisaran 5,4 persen serta masuknya investasi ikut menggerakkan sektor jasa dan akomodasi. Namun, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia.
“Angkatan kerja kita sangat produktif, tetapi mendistribusikan angkatan kerja ini memang menjadi persoalan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap lulusan tidak berhenti pada pola pikir sebagai pencari kerja. Dunia profesional, menurutnya, juga harus dibaca sebagai ruang untuk menciptakan peluang, membangun usaha, dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Job & Career Fair 2026 yang diinisiasi Ikatan Alumni Poltekkes Kemenkes Mataram menjadi salah satu jembatan menuju arah tersebut. Para lulusan tidak hanya dipertemukan dengan peluang kerja, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan dunia profesional dan jejaring yang dapat membantu mereka menentukan langkah berikutnya.

Mohan mengapresiasi Poltekkes Kemenkes Mataram dan Ikatan Alumni yang telah membuka ruang tersebut.
“Terima kasih kepada ketua alumni yang sudah memfasilitasi anak-anak kita, menjembatani anak-anak kita, sehingga mereka mendapat gambaran tentang apa yang akan mereka hadapi dan apa yang harus dipersiapkan ketika menghadapi dunia kerja,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB H. Lalu Hamzi Fikri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H. Emirald Isfihan, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Mataram Kemenkes RI Ali Wardana, Direktur Poltekkes Kemenkes Mataram Irfan, serta Ketua IKA Poltekkes Kemenkes Mataram, Ahmad Azhari Gufron.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa dari forum itu sederhana: kampus memberikan bekal, tetapi dunia nyata menuntut pembuktian. Dan bagi para lulusan, perjalanan setelah wisuda bukan tentang seberapa cepat mendapatkan pekerjaan, melainkan seberapa siap mereka tumbuh, beradaptasi, dan memberi arti di tengah dunia profesional yang terus berubah.**(TK-DISKOMINFO)



