Book Appointment Now

Kampung Nelayan Merah Putih, Harapan Baru yang Sedang Ditambatkan di Pesisir Mataram

Kampung Nelayan Merah Putih, Harapan Baru yang Sedang Ditambatkan di Pesisir Mataram
Mataram — Di pesisir Bintaro, Kecamatan Ampenan, ombak masih datang seperti biasa. Perahu-perahu nelayan tetap berangkat menjelang fajar dan kembali ketika matahari mulai meninggi. Namun di sela kehidupan yang telah berlangsung puluhan tahun itu, sebuah harapan baru perlahan sedang dibangun.

Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Ia adalah upaya menghadirkan masa depan yang lebih layak bagi masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penopang ekonomi kelautan Kota Mataram.
Rapat koordinasi dan pemantauan pembangunan yang digelar pada Kamis (25/6) di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, mempertemukan Pemerintah Pusat ,Pemerintah Provinsi NTB, Jajaran Forkopimda Kota Mataram, Kepala OPD, Direktur PDAM Giri Menang,Kepala Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP/KKP) Mataram, Perwakilan PT PLN Persero UP3 Kota Mataram, Kepala Kantor Pertanahan kota Mataram ATR/BPN, Aparat Pengawas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.

Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman mengatakan bahwa pembangunan sesungguhnya tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan atau tersedianya infrastruktur, melainkan sejauh mana pembangunan mampu mengubah kehidupan masyarakat.
“Kami memahami bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai penyediaan infrastruktur fisik semata, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan perubahan yang nyata bagi kehidupan masyarakat. Karena itu harapan kami, Kampung Nelayan Merah Putih nantinya tidak hanya menjadi kawasan yang lebih representatif secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat rantai usaha perikanan, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Bagi Kota Mataram, kawasan Bintaro dan pesisir Ampenan memiliki arti penting karena menjadi salah satu pusat aktivitas perikanan tangkap yang selama ini menopang kehidupan masyarakat.
Pemerintah Kota Mataram pun menaruh harapan besar agar kawasan tersebut berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mampu meningkatkan taraf hidup nelayan.

“Kita mengetahui masyarakat nelayan sesungguhnya memiliki kehidupan yang sederhana. Tetapi kita mengharapkan dengan adanya kampung nelayan ini bisa meningkatkan kehidupan para nelayan, meningkatkan pendidikan keluarga nelayan, dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Walaupun hidup sederhana, namun melalui pendidikan mereka dapat menjadi masyarakat yang kaya budi pekerti,” kata Wakil Wali Kota.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ade Tajudin Sutiawarman, menegaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional yang dirancang untuk menghadirkan perubahan nyata di kawasan pesisir.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur, tetapi juga bertujuan meningkatkan produktivitas usaha perikanan, memperkuat ekonomi lokal, membangun lingkungan permukiman yang lebih layak dan tertata, serta memperkuat kelembagaan masyarakat nelayan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Ade Tajudin, pemerintah menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia.

“Pada periode 2025 hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan sebanyak 4.000 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program sebesar ini tentu bukan pekerjaan yang sederhana. Karena itu keberhasilannya membutuhkan dukungan pemerintah daerah, aparat pengawas, dan seluruh pelaksana kegiatan agar pembangunan berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pengawalan yang dilakukan berbagai lembaga bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan program prioritas Presiden dapat berjalan dengan baik.

“Kami memandang bahwa pengawalan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih harus dilakukan secara kolaboratif, preventif, dan berkelanjutan untuk memastikan program prioritas Presiden ini terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya bangunan, melainkan dari sejauh mana kawasan tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Di Bintaro, harapan itu kini perlahan berdiri. Jalan lingkungan mulai terbentuk. Infrastruktur pendukung mulai dibangun. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai kampung nelayan perlahan dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pesisir.
Di tengah kehidupan yang sederhana, negara berusaha menghadirkan ruang yang lebih layak bagi nelayan untuk bekerja, tinggal, dan membangun masa depan keluarganya.
Perahu-perahu akan tetap melaut.
Jaring-jaring akan tetap ditebar.

Namun di pesisir Bintaro, masa depan yang selama ini berada jauh di tengah lautan perlahan mulai ditambatkan di daratan.**(TK-DISKOMINFO)



