Book Appointment Now

Jernihkan Hati, Eratkan Silaturahmi: Wali Kota Mataram Hadiri Halal Bi Halal Bersama Ribuan Guru
Jernihkan Hati, Eratkan Silaturahmi: Wali Kota Mataram Hadiri Halal Bi Halal Bersama Ribuan Guru
Mataram – Lebih dari tiga ribu guru dari seluruh jenjang pendidikan di Kota Mataram tumpah ruah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, Sabtu (26/4/2025), dalam kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi NTB bersama PGRI Kota Mataram. Acara ini menjadi ruang silaturahmi yang penuh kehangatan dan menjadi penanda kuatnya semangat kebersamaan para pendidik, setelah menjalani masa-masa kerja yang penuh dinamika.

Dalam suasana akrab dan cair, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menyampaikan pesan sederhana namun mengena: pentingnya saling memaafkan dan menjaga hubungan sosial yang sehat di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat.

“Hari ini, mari kita sudahi semua perasaan yang mengganjal. Jika sebelumnya ada salah paham atau rasa tersinggung, mari kita lepaskan. Dendam itu tak menyelesaikan apa-apa, justru hanya menyiksa diri kita sendiri. Maka mari kita jernihkan yang keruh, kita luruskan yang bengkok,” ajaknya, disambut tepuk tangan para guru.

Wali Kota juga mengapresiasi semangat PGRI yang terus menjaga nilai-nilai kekeluargaan dalam dunia pendidikan. Ia berharap kegiatan seperti ini tak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi titik tolak untuk membangun relasi sosial yang lebih sehat dan harmonis.

“Sebagai pemimpin daerah, saya menyadari waktu saya tak panjang. Tapi selama diberi amanah, saya akan berupaya memberikan yang terbaik—termasuk bagi Bapak dan Ibu guru yang berada di garda depan pendidikan,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi dunia pendidikan, khususnya peran guru yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa menjadi guru hari ini tidak cukup hanya menyampaikan pelajaran, tapi juga harus mampu membentuk karakter dan semangat kebangsaan anak-anak.

“Bapak dan Ibu guru tidak hanya menghadapi kurikulum, tetapi juga zaman yang berubah cepat, karakter anak-anak yang berbeda, serta tantangan moral dan mental. Maka diperlukan kreativitas dan keteladanan agar anak-anak tumbuh bukan hanya cerdas, tapi juga memiliki akhlak yang baik,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pendidikan karakter, Pemerintah Kota Mataram telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan sederhana namun berdampak, seperti larangan penggunaan ponsel bagi siswa di sekolah, serta kewajiban menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya setiap pagi.

“Langkah-langkah ini adalah bagian dari upaya kita untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan memperkuat jati diri generasi muda kita,” tambahnya.
Sebelum mengakhiri sambutan, Wali Kota juga menyampaikan doa khusus bagi 22 orang calon jamaah haji dari kalangan PGRI. Ia berharap mereka diberi kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Semangat persatuan dan keteladanan juga ditegaskan oleh Ketua PGRI Provinsi NTB, Yusuf, yang turut menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan selamat Idulfitri kepada seluruh peserta dan mengajak para guru untuk terus mempererat solidaritas, tidak hanya sebagai organisasi profesi, tapi juga sebagai kekuatan moral dalam membangun masa depan pendidikan.

“Idulfitri adalah momentum yang tepat untuk saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan. Kita ingin semangat ini menjadi energi positifdalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Kota Mataram,” ujar Yusuf.
Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan program pendidikan yang dicanangkan Pemerintah Kota Mataram sangat bergantung pada sinergi dengan para guru. Menurutnya, guru bukan hanya pelaku teknis di ruang kelas, tetapi juga aktor utama dalam mewujudkan visi pendidikan yang unggul dan berakhlak mulia.

“Sebagian besar dari kita berasal dari guru. Kepala sekolah dari guru, pengawas dari guru, bahkan saya sendiri dari guru. Maka mari kita terus tingkatkan kapasitas dan integritas sebagai pendidik, karena di tangan guru masa depan bangsa ini ditentukan,” serunya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusuf juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kota Mataram terhadap dunia pendidikan. Ia menyebutkan beberapa bentuk keberpihakan yang nyata, mulai dari pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) hingga 150 persen untuk guru agama, hingga pemberian SK dan penggajian tepat waktu bagi guru P3K dan tenaga kependidikan.

“Di antara sepuluh kabupaten/kota di NTB, hanya Kota Mataram yang mampu memberikan perlakuan sebaik ini kepada para guru. Ini patut kita syukuri, dan tentu harus kita dukung dengan kerja nyata,” ungkapnya.
Yusuf pun menutup sambutannya dengan penegasan bahwa PGRI akan terus menjadi pelopor perubahan dan mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Kegiatan Halal Bi Halal yang mengusung tema “Membangun Kebersamaan, Toleransi, dan Akselerasi Pendidikan” ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, Ketua PGRI Kota Mataram Imam Purwanto, dan ribuan guru dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMK, hingga SLB se-Kota Mataram.Di tengah suasana penuh kekeluargaan dan canda tawa ringan antarguru, terselip semangat yang sama: menjaga kekompakan, memperkuat keteladanan, dan bersama-sama mengantar anak-anak Mataram menuju masa depan yang lebih baik. * (TK-Diskominfo)



