Jabatan Sementara, Sikap Selamanya: Pesan Sekda Mataram kepada ASN

Jabatan Sementara, Sikap Selamanya: Pesan Sekda Mataram kepada ASN

Mataram — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mataram untuk bekerja dengan hati yang bersih, niat yang lurus, serta jiwa yang tenang agar setiap tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik. Hal tersebut disampaikan dalam amanatnya saat menjadi Pembina Apel Pagi yang berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Mataram, Senin (12/02/2026).

Dalam amanatnya, Miq Alwan demikian sapaan akrab Sekda Kota Mataram, menekankan pentingnya orientasi kerja yang berlandaskan manfaat dan nilai-nilai kebaikan, bukan sekadar pencitraan atau ambisi pribadi.

“Tidak perlu sibuk terlihat hebat, cukup pastikan kita bermanfaat. Tidak perlu sibuk menjatuhkan, cukup fokus menumbuhkan. Karena pada akhirnya, yang dikenang dari kita bukan jabatan yang pernah kita duduki, melainkan jejak kerja dan sikap kita setiap hari,” ungkapnya.

Sekda Kota Mataram menegaskan bahwa jabatan bersifat sementara, tetapi sikap dan perilaku selama bekerja akan terus dikenang.

“Orang mungkin lupa apa jabatan kita dulu, tapi tidak lupa bagaimana rasanya bekerja dengan kita. Maka mari kita tinggalkan jejak yang baik, disiplin yang konsisten, kerja sama yang sehat, dan sikap yang membuat orang merasa aman bekerja bersama kita,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Miq Alwan menguraikan tiga hal yang dapat menghancurkan manusia dalam perjalanan hidup dan karier, yakni ego, ambisi yang tidak terukur, serta mimpi yang tidak realistis. Ego yang berlebihan, katanya, sering membuat seseorang sibuk ingin terlihat paling hebat, paling benar, dan paling berjasa, padahal kerja birokrasi bukanlah ajang perlombaan, melainkan soal konsistensi dan tanggung jawab.

Sementara itu, ambisi yang tidak dibarengi dengan disiplin dan kesadaran diri justru dapat berubah menjadi tekanan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan kerja. Adapun mimpi yang tidak pernah diukur hanya akan menjadi angan-angan tanpa arah.

“ASN yang matang bukan yang paling keras suaranya, tapi yang paling tahu arah dan tahu batas,” tegasnya.

Dalam dinamika lingkungan kerja, Miq Alwan juga mengingatkan bahwa setiap ASN pasti akan bertemu dengan beragam karakter rekan kerja, termasuk mereka yang gemar menyalahkan orang lain atau menjatuhkan nama baik pihak lain. Menurutnya, hal tersebut tidak perlu dihadapi dengan reaksi berlebihan.


“Kebenaran tidak butuh pembelaan panjang. Ia hanya butuh konsistensi. Tugas kita bukan sibuk klarifikasi ke sana ke mari, tapi memastikan pekerjaan kita rapi, disiplin, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sekda juga menekankan bahwa kedisiplinan bukan semata-mata soal kehadiran atau absensi, melainkan tentang komitmen bekerja dengan baik meskipun tidak diawasi, tetap menghormati perbedaan pendapat, serta menyelesaikan tugas tanpa harus selalu mendapat pujian.

“Disiplin itu kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus, bukan semangat besar yang muncul sesekali,” jelasnya.

Menutup amanatnya, Miq Alwan menyampaikan dua nasihat penting dalam membangun hubungan kerja yang sehat. Pertama, menjadi pribadi yang baik dengan memaafkan, namun tetap belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Kedua, selalu berprasangka baik, tetapi tetap waspada dan profesional.
“Bekerja sama bukan berarti kehilangan kewaspadaan, dan menjaga batas bukan berarti memutus silaturahmi,” pungkasnya, yang disambut tepuk tangan seluruh peserta apel.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter