HLM TPID Kota Mataram, Wawali: Inflasi Bukan Sekadar Isu Ekonomi, tetapi Menyangkut Kesejahteraan Masyarakat

HLM TPID Kota Mataram, Wawali: Inflasi Bukan Sekadar Isu Ekonomi,

tetapi Menyangkut Kesejahteraan Masyarakat

Inflasi bukan semata-mata persoalan ekonomi, tetapi menyentuh langsung aspek kesejahteraan masyarakat. Terlebih, dalam waktu dekat umat Islam akan memasuki Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah yang secara historis kerap diiringi peningkatan inflasi dampak tingginya konsumsi masyarakat, khususnya terhadap komoditas pangan.

Oleh karena itu, pengendalian harga kebutuhan pokok perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang serta daya beli tetap terjaga. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram menjelang Ramadhan 1447 H, yang berlangsung di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (03/02/2026).

“Yakinlah bahwa apabila kita maksimal berbuat di TPID untuk pengendalian inflasi, sehingga harga dapat terjangkau oleh masyarakat dan situasi menjadi tenang serta tidak memberatkan, maka hal itu akan menjadi ladang ibadah bagi kita semua dan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT,” imbuhnya.

Dalam arahannya, TGH Mujiburrahman menekankan kepada seluruh anggota TPID, khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi leading sector pengendalian inflasi, agar melakukan langkah-langkah strategis menjelang Ramadhan.

Pertama, mengintensifkan pemantauan dan pengawasan terhadap perkembangan harga serta ketersediaan pasokan komoditas.

Kedua, mengoptimalkan berbagai bentuk intervensi pasar secara lebih intensif dan tepat sasaran melalui Pasar Rakyat (Operasi Pasar), Gerakan Pangan Murah, Kolaborasi Operasi Pasar Keliling (KOPLing), serta Warung Pantau Tanggap Inflasi Mataram.

Ketiga, memastikan kelancaran distribusi pasokan pangan agar tidak terjadi hambatan yang dapat memicu kenaikan harga.

Keempat, meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media terkait ketersediaan pasokan dan upaya pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga guna menghindari panic buying. Kelima, memperluas jangkauan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

“Ini agar benar-benar dilaksanakan, terutama oleh dinas-dinas yang berkaitan langsung dengan TPID,” pintanya.

HLM TPID ini dilaksanakan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menjaga stabilitas inflasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Momen ini dinilai sangat penting untuk menentukan langkah-langkah strategis pengendalian inflasi ke depan, dengan harapan inflasi Kota Mataram tetap terjaga dan stabil pada kisaran 2,5±1 persen.

“Terkendalinya inflasi di Kota Mataram sangat bergantung pada sinergi yang solid antar seluruh pemangku kepentingan. Kami mohon dukungan dan peran aktif Bank Indonesia Perwakilan NTB, Bulog Kanwil NTB, unsur Polresta, serta seluruh anggota TPID untuk terus mengintensifkan sinergi pengendalian inflasi. Dengan demikian, kesinambungan pasokan, stabilitas harga, dan kelancaran distribusi dapat terus terjaga,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tantangan pengendalian inflasi ke depan semakin kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim, gejolak geopolitik, hingga dinamika harga pangan dan energi. Untuk itu, TPID Kota Mataram diminta terus berinovasi dalam memperkuat strategi pengendalian inflasi yang selama ini telah dijalankan.

Menutup arahannya, Wakil Wali Kota Mataram menyampaikan pantun yang disambut tepuk tangan hadirin:

“Berayun-ayun di pinggir ladang, Habis kelapa dimakan tupai. Rajin, tekun, dan gigih berjuang, Insya Allah cita-cita akan tercapai.”

Sementara itu, dalam laporannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Miftahurrahman, menyampaikan bahwa pada Januari 2026 Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,21 persen (month to month).

Deflasi tersebut disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, pelaksanaan kegiatan Kolaborasi Operasi Pasar Keliling (KOPLing) TPID Kota Mataram yang dilaksanakan selama sembilan hari di sejumlah kelurahan, yakni pada 12–15 Januari dan 19–23 Januari 2026, bersinergi dengan Bank Indonesia Perwakilan NTB, Bulog NTB, Dinas Perdagangan Kota Mataram, offtaker Bale Bawang binaan Dinas Pertanian Kota Mataram, serta distributor telur.

Kedua, berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik Kota Mataram, terdapat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga pada Januari 2026, antara lain bawang merah, cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, daging sapi, telur ayam ras, angkutan udara, bensin, kelapa, dan pisang.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter