Book Appointment Now

Harlah dan Haul Keluarga Para Pendiri Ponpes Nurul Islam, Wakil Wali Kota : Pesantren Miliki Peran Strategis Bentuk Generasi Berakhlak

Harlah dan Haul Keluarga Para Pendiri Ponpes Nurul Islam
Wakil Wali Kota : Pesantren Miliki Peran Strategis Bentuk Generasi Berakhlak
Pondok pesantren memiliki peran yang lebih luas dari sekadar lembaga pendidikan agama. Pesantren juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan mental, dan penanaman nilai spiritual bagi para santri. Di tengah dinamika dan tantangan kehidupan modern, keberadaan pesantren menjadi garda penting dalam menyiapkan generasi yang berkepribadian luhur, berlandaskan ajaran agama, serta mampu menghadapi perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, dalam sambutannya saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela yang dirangkaikan dengan peringatan Haul TGH Mustofa Bakri, TGH Abdurrahman, Hj. Wasiah Rais, serta mengenang TGH Muhammad Rais. Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Ponpes Nurul Islam, Sekarbela, Sabtu (13/12/2025).
“Atas nama Pemerintah Kota Mataram, kami mengucapkan selamat atas peringatan Harlah Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, karena Ponpes Nurul Islam telah membantu Pemerintah Kota Mataram dalam pembangunan mental dan spiritual generasi serta masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota.

TGH. Mujiburrahman menambahkan, keberadaan Ponpes Nurul Islam yang tumbuh dari bawah secara mandiri merupakan bukti nyata kontribusi pesantren dalam mencetak generasi dan masyarakat yang religius, berakhlak, serta mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melihat perkembangan Ponpes Nurul Islam dengan berdirinya gedung-gedung yang representatif, jumlah santri dan santriwati yang terus meningkat, serta dedikasi para ustaz dan ustazah, menurut TGH Mujiburrahman, hal tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang para pendiri pesantren.

“Semua yang kita cita-citakan tidak bisa dicapai secara instan. Perlu proses panjang, perjuangan, jatuh bangun, serta keteguhan tekad dan keistiqamahan. Inilah yang akhirnya melahirkan Pondok Pesantren Nurul Islam seperti yang kita saksikan hari ini,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota juga berharap Ponpes Nurul Islam terus berkembang dan meningkatkan kiprahnya di tengah masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di era modern saat ini.
“Kami berharap pesantren, khususnya Ponpes Nurul Islam, terus menebarkan kontribusi dan sumbangsihnya untuk kebaikan dan perbaikan, tidak hanya di lingkungan Sekarbela dan sekitarnya, tetapi juga bagi Kota Mataram bahkan Provinsi NTB,” imbuhnya.

Lebih lanjut, TGH Mujiburrahman menekankan bahwa tujuan Pondok Pesantren Nurul Islam adalah memadukan antara kebaikan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, ia berharap pesantren ini mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual dan keduniaan, namun tetap berorientasi pada kemaslahatan akhirat.
“Kita tidak bisa memisahkan urusan dunia dan akhirat. Jika hanya berorientasi pada dunia tanpa memperhatikan akhirat, itu keliru. Begitu pula sebaliknya. Agama kita mengajarkan keseimbangan antara keduanya,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota Mataram menyampaikan sebuah pantun yang disambut tepuk tangan meriah ribuan hadirin yang memadati Kompleks Ponpes Nurul Islam.
“Hujan turun amat derasnya, Duduk berdua di dalam kereta, Indah dunia ada batasnya, Akhiratlah tempat pulang kita.”
Sementara itu, Ketua Panitia Harlah dan Haul, Ust. H. Zulkifli, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan puncak rangkaian acara haul yang telah dilaksanakan sejak Senin, 8 Desember hingga 13 Desember 2025.
Rangkaian kegiatan meliputi gotong royong di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Islam Sekarbela, pemberian santunan kepada lebih dari seratus anak yatim piatu, khataman Al-Qur’an, pemeriksaan kesehatan bagi para guru, kegiatan tahlil, serta ziarah makam di dua lokasi utama. Lokasi pertama di makam Almarhum TGH Muhammad Rais, kakek pendiri yayasan sekaligus kakek Wali Kota Mataram, dan lokasi kedua di Pemakaman Umum Sekarbela, khususnya di makam Almarhum TGH Mustofa Bakri, TGH Abdurrahman, dan Hj. Wasiah Rais.

Ust. H. Zulkifli berharap melalui kegiatan ini, seluruh jamaah dapat meneladani perjuangan para ulama dan tuan guru.
“Kita mungkin tidak bisa seperti beliau, tetapi setidaknya kita bisa mengikuti satu atau dua jejak langkah perjuangan mereka,” pungkasnya.



