Book Appointment Now

Gala Dinner Munas Mudir Ma’had PTKIN XII Penuh Keakraban, Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Nasional: “Kota Mataram Sangat Damai”

Gala Dinner Munas Mudir Ma’had PTKIN XII Penuh Keakraban, Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Nasional: “Kota Mataram Sangat Damai”
Mataram — Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai Gala Dinner Peserta Musyawarah Nasional (Munas) Mudir Ma’had Al-Jami’ah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia XII Tahun 2025 bersama Pemerintah Kota Mataram. Kegiatan berlangsung di Pendopo Wali Kota Mataram pada Rabu malam (26/11/2025).

Dalam sambutannya, Ketua Asosiasi Mudir Ma’had Nasional, Dr. Abdul Hadi, M.Ag, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan seluruh peserta saat tiba di Kota Mataram. Ia menyampaikan bahwa sejak memasuki kota, para kiayi merasakan kedamaian yang mendalam.

“Para kiayi ketika mengetahui Munas akan dilaksanakan di Mataram langsung sujud syukur saking bahagianya. Bahkan ada kiayi yang sedang umrah turut mendoakan kegiatan ini di depan Ka’bah. Alhamdulillah, perjalanan penyelenggaraan Munas yang biasanya penuh liku, tahun ini berjalan begitu lancar dan mulus. Kami meyakini ini juga berkat doa dari Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman. Kami semua merasakan ketenangan dan kedamaian luar biasa sejak memasuki Kota Mataram dan berharap dapat kembali lagi ke sini,” ungkapnya dengan senyum.

Munas Mudir Ma’had Al-Jami’ah PTKIN se-Indonesia XII Tahun 2025 telah berlangsung selama tiga hari, mulai Senin 24 November 2025 dan resmi ditutup hari ini di Hotel Golden Palace, Kota Mataram.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, menyampaikan harapan besar agar Munas kali ini mampu memperkuat peran Ma’had Al-Jami’ah sebagai pusat perpaduan antara ketajaman intelektual dan kedalaman spiritual.

“Di era seperti sekarang, kita membutuhkan perpaduan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Tidak cukup cerdas secara intelektual tetapi dangkal spiritual, dan tidak cukup pula mendalam secara spiritual tetapi tumpul intelektual. Ma’had Al-Jami’ah diharapkan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan keseimbangan itu,” ujarnya.

TGH Mujiburrahman juga menyinggung relevansi pesan para ulama terkait kondisi zaman yang penuh tantangan. Mengutip nasihat Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari dalam Al-Hikam, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa manusia tidak perlu heran ketika menghadapi banyak hambatan, musibah, atau hal-hal yang tidak sesuai keinginan, karena itu adalah karakteristik kehidupan dunia.

“Ketika ciri-ciri dunia itu hadir pada diri kita, maka modal utama menghadapinya bukan hanya ketajaman intelektual, tetapi kedalaman spiritual. Orang yang memiliki spiritualitas kuat tidak akan mudah terombang-ambing, sebagaimana kapal yang tetap teguh meskipun dihantam gelombang besar,” tuturnya.
Wakil wali kota juga memberikan analogi inspiratif tentang burung elang, yang ketika diganggu burung pipit, tidak melawan, melainkan terbang lebih tinggi hingga burung pipit tidak mampu bertahan dan jatuh dengan sendirinya.

“Ketika ada yang meremehkan atau merendahkan kita, jadikan itu motivasi untuk terbang lebih tinggi. Itulah kekuatan kedalaman spiritual,” tambahnya.
TGH Mujiburrahman menegaskan bahwa kedalaman spiritual tidak hanya membuat seseorang tenang menghadapi ujian hidup, tetapi juga menjaga konsistensi ibadah, sekaligus menempatkan urusan dunia dan akhirat secara seimbang. Wakil Wali Kota mengutip pandangan Imam Al-Haramain bahwa kesulitan dunia sejatinya harus disyukuri, karena di baliknya selalu tersimpan kenikmatan dan kebaikan yang besar.
Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota Mataram berharap Munas ini menjadi pemicu dan pemacu semangat bersama untuk terus menitikberatkan pembangunan karakter santri dan mahasiswa pada kedalaman spiritual tanpa mengabaikan ketajaman intelektual.

“UIN, IAIN, dan STAIN kita harapkan menjadi penyejuk di tengah masyarakat, membawa cahaya spiritual dengan tetap mengedepankan intelektualitas,” pungkasnya.



