Book Appointment Now

Fatimah Zahra Resmi Buka Kantor Cabang Pertama di Kota Mataram
Fatimah Zahra Resmi Buka Kantor Cabang Pertama di Kota Mataram
Mataram – Kota Mataram sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan perkembangan pesat, menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Hal ini menjadikan Kota Mataram semakin menarik sebagai lokasi pengembangan bisnis di berbagai sektor, termasuk jasa perjalanan haji dan umrah.

Salah satunya ditandai dengan peresmian Kantor Cabang Fatimah Zahra, perusahaan penyelenggara perjalanan haji khusus dan umrah yang berpusat di Semarang, Jawa Tengah. Kantor cabang pertama tersebut resmi dibuka di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, pada Senin (01/09/2025).
Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Fatimah Zahra di Kota Mataram.

“Kota Mataram ini sangat terbuka dan mempersilakan siapa pun untuk berkegiatan atau berusaha, baik dalam sektor ekonomi maupun jasa dan pelayanan umum lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran perusahaan-perusahaan travel umrah dan haji semakin menunjukkan bahwa Mataram memiliki potensi besar sebagai pasar jamaah umrah dan haji, baik di tingkat lokal maupun provinsi.
“Kita melihat semua berjalan dengan aman dan lancar, tidak ada persaingan yang mengkhawatirkan. Rezeki sudah diatur masing-masing oleh Allah SWT,” tambahnya.
Wakil Wali Kota juga berharap agar Fatimah Zahra dapat menghadirkan pelayanan dengan pendekatan humanis, memberi edukasi serta motivasi kepada para calon jamaah agar ibadah haji dan umrah benar-benar diniatkan sebagai ibadah, disertai bimbingan manasik yang tepat.

“Mari kita bersyukur kepada Allah SWT, karena hari ini kita memiliki alternatif baru untuk melaksanakan ibadah haji khusus maupun umrah, yang bisa dijadwalkan lebih fleksibel sesuai kebutuhan jamaah,” pungkasnya.
Kepala Eksekutif Fatimah Zahra, H. Muhammad Rifki Azadi, mengungkapkan rasa syukur karena kantor cabang pertama perusahaan akhirnya berdiri di Lombok.
“Hubungan kami dengan Lombok sudah terjalin sejak lama, sekitar 30 tahun. Banyak mutawif kami di Tanah Suci merupakan putra-putra terbaik Lombok. Mereka adalah ujung tombak pelayanan kami sehingga kualitas layanan tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, meskipun kantor pusat berada di Semarang, jamaah Fatimah Zahra tersebar di seluruh Indonesia berkat sistem online.
“Setiap pekan kami memberangkatkan 2 hingga 3 kali perjalanan umrah. Dalam satu musim umrah, mulai Juli hingga Ramadan, kami biasanya memberangkatkan 5.000 hingga 6.000 jamaah dari seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Untuk haji khusus, Fatimah Zahra termasuk dalam enam besar nasional dengan kuota jamaah terbanyak. Tahun ini, pihaknya akan memberangkatkan sekitar 500 jamaah haji khusus.
“Di Jawa Tengah, kami masih menjadi yang terbesar untuk jamaah haji khusus. Semua ini berkat doa dan dedikasi para mutawif kami,” tambahnya.

Kepala Kantor Cabang Fatimah Zahra di Lombok, H. Amrullah, yang juga putra daerah asli Lombok, menuturkan bahwa pembukaan cabang ini merupakan mimpi panjang yang akhirnya terwujud.
“Sejak dulu, hampir 30 mutawif dan tour leader Fatimah Zahra berasal dari Lombok. Ini bukan kebetulan, melainkan bentuk kepercayaan pendiri Fatimah Zahra terhadap masyarakat Lombok, yang dikenal ikhlas, sabar, dan tekun dalam membimbing jamaah,” ucapnya dengan haru.
Menurutnya, pembukaan kantor cabang di Lombok adalah bentuk penghormatan kepada masyarakat yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam sejarah panjang perusahaan.
“Sejak awal, kami berprinsip bahwa haji dan umrah adalah perjalanan spiritual, bukan sekadar wisata. Karena itu, pelayanan kepada jamaah harus dilandasi niat tulus, profesionalitas, serta bimbingan sesuai Al-Qur’an dan Sunnah,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa Fatimah Zahra selalu berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan moto “Siap Selalu”.
“Siap dalam niat, siap dalam ilmu, siap dalam pelayanan, siap menghadapi tantangan, dan selalu ada untuk jamaah. Kami tidak akan pernah meninggalkan jamaah dalam keadaan sendirian, baik dalam doa, bimbingan, maupun perhatian,” tutupnya.



