Book Appointment Now

Dari Lingkungan untuk Lingkungan, Tempah Dedoro Tekan Timbulan Sampah Harian

Dari Lingkungan untuk Lingkungan, Tempah Dedoro Tekan Timbulan Sampah Harian
Pengelolaan sampah berbasis lingkungan yang diberi nama Tempah Dedoro menjadi salah satu alternatif efektif dalam mereduksi sampah yang bersumber langsung dari masyarakat. Program ini telah diterapkan sebagai proyek percontohan sejak tahun 2025 di Lingkungan Marong Karang Tatah, Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, dan terbukti mampu mengurangi timbulan sampah hingga 50 persen dari total sampah harian di lingkungan tersebut.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, menjelaskan bahwa dari total sekitar 200 kilogram sampah yang dihasilkan setiap hari di lingkungan Marong Karang Tatah, sebanyak 50 persennya berhasil dikelola dan direduksi melalui Tempah Dedoro. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung lokasi Tempah Dedoro bersama Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, pada Selasa (13/01/2026).

“Tempah Dedoro ini merupakan salah satu program alternatif kita dalam upaya mereduksi sampah yang bersumber dari lingkungan. Hasilnya cukup signifikan. Di Lingkungan Marong, dari sekitar 200 kilogram sampah per hari, 50 persennya bisa direduksi melalui Tempah Dedoro,” ujar Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota Mataram menegaskan bahwa pada tahun 2026 setiap kelurahan diwajibkan memiliki minimal satu lingkungan yang menerapkan program Tempah Dedoro. Penentuan lokasi akan diserahkan kepada masing-masing lurah sesuai dengan kondisi wilayahnya.

“secepatnya nanti, dari 50 kelurahan yang ada, kami minta bapak dan ibu lurah untuk menentukan satu lingkungan di wilayahnya masing-masing sebagai lokasi Tempah Dedoro,” jelasnya.

Wali Kota Mataram juga berharap program ini dapat terus berkembang dan diperluas tidak hanya di lingkungan permukiman, tetapi juga menjangkau perkantoran, sekolah, pertokoan, hingga kawasan perumahan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat secara mandiri menginisiasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan karena dinilai efektif dan berkelanjutan.

“Setelah berjalan dengan baik dan masif di lingkungan masyarakat, nantinya akan kita lanjutkan ke perkantoran, sekolah, pertokoan, dan perumahan. Harapannya, masyarakat juga mampu secara mandiri berinisiatif membangun Tempah Dedoro karena program ini sangat efektif,” pungkasnya



