Book Appointment Now

Dari Jakarta untuk Mataram: Menjemput Masa Depan Lewat Data dan Teknologi

Dari Jakarta untuk Mataram: Menjemput Masa Depan Lewat Data dan Teknologi
JAKARTA – Transformasi digital bukan lagi soal menghadirkan aplikasi sebanyak-banyaknya. Di era pemerintahan modern, digitalisasi adalah tentang bagaimana data bekerja, bagaimana keputusan dibuat lebih cepat, dan bagaimana pelayanan publik hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kesadaran itulah yang membawa Pemerintah Kota Mataram berkunjung ke Unit Jakarta Smart City (JSC), Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi DKI Jakarta, Kamis (18/6/2026). Bertempat di Ruang Command Center Jakarta Smart City, Balai Kota Jakarta, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekosistem pemerintahan digital di Kota Mataram.
Rombongan Pemerintah Kota Mataram dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram M. Ramadhani, Kepala Bappeda Kota Mataram, serta Inspektur Kota Mataram. Kehadiran mereka disambut oleh Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City beserta jajaran.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya saat tim Jakarta Smart City melakukan kunjungan ke Kota Mataram pada Mei 2026 lalu. Saat itu, Jakarta menawarkan peluang kolaborasi dalam pengembangan tata kelola data, integrasi layanan digital, hingga replikasi sejumlah platform yang telah terbukti efektif mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Bagi Kota Mataram, momentum ini hadir pada saat yang tepat. Pemerintah Kota saat ini tengah menyusun peta jalan Arsitektur Pemerintahan Digital dan memperkuat implementasi Satu Data Kota Mataram sebagai fondasi menuju tata kelola pemerintahan yang lebih terintegrasi.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial atau kunjungan balasan antarlembaga.

“Transformasi digital tidak bisa dimulai dari ego untuk membangun semuanya sendiri. Kami datang ke Jakarta Smart City untuk belajar dari pengalaman yang sudah teruji. Yang ingin kami lakukan adalah replikasi cerdas; mengadopsi praktik baik yang relevan dengan kebutuhan dan skala Kota Mataram, sehingga proses transformasi bisa berlangsung lebih cepat, lebih efisien, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Alwan, tantangan pemerintahan ke depan tidak hanya terletak pada penyediaan layanan, tetapi juga kemampuan pemerintah membaca data secara real-time untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
Di hadapan jajaran Pemerintah Kota Mataram, Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Ponirin Limbong, menyampaikan apresiasinya atas komitmen yang ditunjukkan Kota Mataram dalam membangun pemerintahan berbasis data.

“Keberhasilan smart city tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata. Faktor yang paling menentukan adalah tata kelola, kualitas data, dan komitmen seluruh perangkat daerah untuk bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi. Kami menyambut baik langkah Kota Mataram dan siap berbagi pengalaman, pengetahuan, maupun model pengelolaan yang selama ini kami terapkan di Jakarta,” kata Ponirin.
Ia menambahkan bahwa banyak solusi digital yang dikembangkan Jakarta Smart City dapat direplikasi secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terjangkau, termasuk memanfaatkan platform open source dan kolaborasi antarpemerintah daerah.
Dari pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah langkah konkret sebagai tindak lanjut kerja sama. Di antaranya penjajakan pengembangan proyek percontohan (pilot project) Smart City, program magang ASN Kota Mataram di Jakarta Smart City untuk transfer pengetahuan, serta pemetaan berbagai modul teknologi yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, M. Ramadhani, menegaskan bahwa fokus awal kolaborasi akan diarahkan pada integrasi data lintas perangkat daerah dan pembangunan dashboard pimpinan yang mampu menyajikan informasi strategis secara real-time.
“Visi kami sederhana, yaitu menghadirkan pemerintahan yang mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan cepat karena didukung data yang akurat. Dashboard pimpinan dan integrasi data bukan sekadar proyek teknologi, tetapi instrumen untuk memastikan setiap kebijakan dan layanan publik berjalan lebih efektif, terukur, dan transparan,” jelas Ramadhani.
Menurutnya, kolaborasi dengan Jakarta Smart City akan membantu Kota Mataram mempercepat proses pembelajaran sekaligus menghindari biaya dan waktu yang besar untuk membangun sistem dari awal.
Lebih dari sekadar kerja sama antardaerah, pertemuan ini menandai lahirnya semangat baru bahwa transformasi digital tidak harus selalu dimulai dari teknologi yang mahal. Yang lebih penting adalah keberanian untuk berubah, membangun budaya berbagi data, dan menghadirkan tata kelola yang semakin adaptif terhadap kebutuhan warga.

Dari ruang Command Center Jakarta Smart City, Pemerintah Kota Mataram membawa pulang lebih dari sekadar rencana kerja sama. Yang dibawa adalah sebuah keyakinan bahwa masa depan pelayanan publik yang cepat, terintegrasi, dan berbasis data bukanlah cita-cita yang jauh. Ia sedang disusun, dipelajari, dan dipersiapkan mulai hari ini.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Mataram HARUM: kota yang modern, responsif, berbasis data, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.**(TK-DISKOMINFO)



