Book Appointment Now

Bimbingan Manasik Haji Gratis JCH Kota Mataram Resmi Ditutup, Wawali Tekankan Keikhlasan dan Adab Berhaji

Bimbingan Manasik Haji Gratis JCH Kota Mataram Resmi Ditutup, Wawali Tekankan Keikhlasan dan Adab Berhaji
Mataram – Bimbingan Manasik Haji Gratis bagi Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Mataram resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, di Halaman Kantor Wali Kota Mataram, Sabtu (04/04/2026).

Dalam sambutannya, TGH. Mujiburrahman mengingatkan para calon jemaah haji agar menjaga ketulusan, keikhlasan, serta adab selama menjalankan ibadah haji. Wakil Wali Kota menegaskan bahwa predikat haji mabrur tidak hanya ditentukan oleh kesesuaian pelaksanaan manasik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga lisan, sikap, dan hubungan baik dengan sesama jemaah.

“Para calon jemaah haji adalah duyufurrahman, atau tamu Allah SWT. Karena itu, seluruh rangkaian ibadah hendaknya dijalani dengan penuh kesabaran, kelapangan hati, dan niat yang tulus semata-mata karena Allah,” ujarnya.

TGH. Mujiburrahman juga mengingatkan bahwa selama berada di Tanah Suci, para jemaah kemungkinan akan menghadapi berbagai situasi yang tidak selalu sesuai dengan harapan, baik terkait penginapan, pelayanan, maupun kondisi di lapangan. Namun demikian, ia berharap seluruh jemaah dapat menyikapi segala hal dengan bijak dan penuh kesabaran.
“Kalaupun ada hal-hal yang ingin disampaikan, sampaikanlah dengan baik. Tetapi jika bisa diterima dengan lapang dada, itu lebih baik. Karena Bapak-Ibu ini adalah tamu Allah, bukan tamu hotel,” tuturnya.

Lebih lanjut, TGH. Mujiburrahman menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji yang sesuai dengan ilmu manasik memang merupakan syarat penting, tetapi bukan satu-satunya penentu seseorang meraih predikat haji mabrur. Menurutnya, kualitas hubungan sosial, kemampuan menjaga ucapan, serta sikap terhadap sesama jemaah juga menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah.
“Jangan hanya fokus pada pelaksanaan manasik yang benar, tetapi interaksi sosial tidak terjaga. Jangan sampai masih ada saling menyalahkan, saling menuding, atau hal-hal yang justru mengurangi ketulusan dan keikhlasan dalam beribadah,” pesannya.

Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh calon jemaah untuk menitipkan segala urusan dan keluarga yang ditinggalkan kepada Allah SWT, serta berangkat memenuhi panggilan-Nya dengan hati yang tenang dan niat yang lurus.
“Tidak perlu resah, tidak perlu khawatir. Tinggalkan semuanya, titipkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Penuhi panggilan Allah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, Wakil Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Mataram untuk terus hadir memberikan pelayanan sejak keberangkatan hingga kepulangan jemaah.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak berhenti pada penutupan manasik, tetapi akan terus berlanjut melalui koordinasi dengan Kementerian Agama, Ikatan Persaudaraan Haji, serta tim haji daerah yang ditugaskan.

“Pemerintah Kota Mataram hadir untuk melayani Bapak-Ibu semua. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada seluruh calon jemaah haji Kota Mataram,” pungkasnya.



