Book Appointment Now

Kemajuan Kota Merupakan Hasil Kerja Kolektif yang Dibangun Melalui Kebersamaan, Kesinambungan, dan Kepedulian

emajuan Kota Merupakan Hasil Kerja Kolektif yang Dibangun Melalui Kebersamaan, Kesinambungan, dan Kepedulian
MATARAM — Tiga puluh tiga tahun bukan sekadar angka bagi Kota Mataram. Ia adalah jejak panjang yang dibangun oleh banyak tangan—mereka yang memulai, meneruskan, memperbaiki, sekaligus menjaga agar pembangunan tetap berjalan dan tidak kembali ke titik awal.

Dalam momentum HUT ke-33 Kota Mataram, Pemerintah Kota Mataram meneguhkan kembali semangat tersebut. Pembangunan tidak dipandang sebagai pekerjaan satu pemerintahan atau satu generasi, melainkan sebuah estafet yang tongkatnya terus berpindah dari satu tangan ke tangan berikutnya.
“Tiga puluh tiga tahun adalah perjalanan panjang. Ada yang memulai, ada yang meneruskan, ada yang memperbaiki, dan ada yang menjaga agar apa yang sudah dibangun tidak kembali ke titik awal,” ujar Wali Kota Mataram dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Mataram dalam rangka HUT ke-33 Kota Mataram.

Bagi Mataram, pembangunan memang tidak pernah lahir dari satu tangan. Pemerintah bekerja bersama DPRD, para pendahulu meletakkan fondasi, tokoh agama dan masyarakat menjaga nilai serta persaudaraan. Di ruang yang lain, ASN, guru, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, pedagang, pekerja, komunitas, anak muda, dunia usaha, insan pers, hingga seluruh warga turut mengambil bagian.
“Mataram tidak tumbuh karena satu tangan. Mataram tumbuh karena banyak tangan yang saling meneruskan,” tegas Wali Kota.

Kerja kolektif itu perlahan menunjukkan hasil. Pada 2025, ekonomi Kota Mataram tumbuh 5,43 persen dengan inflasi 3,21 persen. Prevalensi stunting turun menjadi 5,53 persen, angka kemiskinan berada pada 7,15 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia mencapai 82,37 dan masuk kategori sangat tinggi.
Sejumlah pengakuan nasional turut menyertai perjalanan tersebut. Mataram ditetapkan KPK RI sebagai Percontohan Kota Antikorupsi 2025 dengan skor 91,85 kategori istimewa, meraih predikat Kota Sangat Inovatif dalam IGA Award 2025, masuk 10 kota paling maju berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah 2025, serta kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian atas LKPD 2025—sekaligus menjadi WTP ke-12 secara berturut-turut.

Namun, pemerintah menyadari bahwa angka dan penghargaan bukanlah garis akhir. Di balik pertumbuhan ekonomi ada pelaku usaha yang masih berjuang. Di balik turunnya stunting ada anak-anak yang membutuhkan perhatian. Dan di balik tingginya IPM ada generasi muda yang membutuhkan pendidikan, kesempatan, ruang berkarya, dan masa depan.
Karena itu, tema “Merawat Kota, Menumbuhkan Harapan” bukan sekadar slogan perayaan. Merawat berarti menjaga yang telah baik, memperbaiki yang masih kurang, membuka ruang bagi kritik dan aspirasi, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

“Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya apa yang kita bangun hari ini, tetapi seberapa kuat fondasi yang kita siapkan agar pembangunan dapat dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” ujar Wali Kota.

Di usia ke-33, Mataram kembali menatap perjalanan panjangnya. Capaian disyukuri, kekurangan diperbaiki, dan tongkat estafet disiapkan untuk berpindah tangan.

Sebab, setiap generasi mungkin tidak sampai pada garis akhir yang sama. Tetapi semuanya memiliki tanggung jawab yang sama: menjaga agar tongkat tidak jatuh dan menyerahkannya dalam keadaan lebih baik.

Mataram adalah rumah bersama. Dan rumah itu hanya akan tumbuh ketika dirawat bersama.**(TK-DISKOMINFO)



