Book Appointment Now

Hari Kesadaran Nasional Jadi “Peluit Pengingat” ASN, Wakil Wali Kota Ajak Perkuat Disiplin dan Integritas

Hari Kesadaran Nasional Jadi “Peluit Pengingat” ASN, Wakil Wali Kota Ajak Perkuat Disiplin dan Integritas
Mataram – Beberapa pekan terakhir perhatian masyarakat dunia, termasuk masyarakat Kota Mataram, tertuju pada ajang Piala Dunia 2026. Di balik setiap pertandingan, terdapat pelajaran berharga tentang kerja keras, kerja sama, disiplin, sportivitas, dan kepatuhan terhadap aturan. Nilai-nilai itulah yang menurut Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, perlu menjadi inspirasi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Hari Kesadaran Nasional, lanjutnya, merupakan “peluit pengingat” bagi seluruh ASN untuk kembali meneguhkan disiplin, integritas, dan komitmen dalam melayani masyarakat. Hal tersebut disampaikan TGH Mujiburrahman dalam amanatnya saat memimpin Apel Hari Kesadaran Nasional Bulan Juli di lingkungan Pemerintah Kota Mataram yang berlangsung di Lapangan Sangkareang, Jumat (17/07/2026).
“Kalau di lapangan sepak bola peluit mengingatkan pemain untuk mematuhi aturan permainan, maka bagi ASN, Hari Kesadaran Nasional adalah peluit pengingat setiap bulan agar kita kembali meneguhkan disiplin, integritas, dan komitmen melayani masyarakat, dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab,” tegas TGH Mujiburrahman.

Menurut Wakil Wali Kota, sebuah tim tidak dibangun hanya oleh satu pemain yang paling hebat, melainkan oleh kerja sama seluruh pemain yang disiplin menjalankan peran, saling percaya, menghormati aturan permainan, serta memiliki semangat untuk terus berjuang hingga peluit akhir dibunyikan. Nilai-nilai tersebut juga menjadi fondasi yang harus dimiliki setiap ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
“Demikian pula sebagai ASN, kita bekerja bukan semata-mata berdasarkan kemampuan atau jabatan yang dimiliki, tetapi juga berdasarkan ketentuan, etika, dan disiplin yang telah menjadi pedoman bersama. Integritas bukan hanya diukur dari hasil kerja, melainkan juga dari kesediaan kita untuk taat pada aturan, bertanggung jawab atas setiap amanah, dan tetap profesional dalam setiap keadaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagaimana pertandingan sepak bola yang berjalan dalam koridor aturan dan setiap keputusan wasit wajib dihormati, penyelenggaraan pemerintahan juga harus dijalankan dengan menjunjung tinggi disiplin, etika, dan akuntabilitas. Kepatuhan terhadap aturan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan dipercaya masyarakat.
Lebih lanjut, TGH Mujiburrahman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Mataram merupakan satu tim besar yang memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh satu perangkat daerah ataupun satu individu, melainkan oleh kemampuan seluruh ASN untuk bekerja sama, saling mendukung, menjaga integritas, dan membangun kolaborasi lintas sektor.

“Kita adalah satu tim besar Pemerintah Kota Mataram. Keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh satu perangkat daerah atau satu orang saja, tetapi oleh kemampuan kita berkolaborasi, menjaga integritas, saling mendukung, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Karena itu, momentum Hari Kesadaran Nasional harus dimaknai sebagai penguatan komitmen untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Sebagaimana sebuah tim yang hebat lahir dari latihan dan kedisiplinan yang konsisten, birokrasi yang berkualitas juga lahir dari kesadaran setiap ASN untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kompetensi, serta bekerja dengan sepenuh hati demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menutup amanatnya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh ASN menjadikan semangat kebersamaan yang tercermin dalam Piala Dunia sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan masyarakat saat mendukung tim favoritnya hendaknya dapat diwujudkan pula dalam budaya kerja yang solid, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Mari kita buktikan bahwa semangat kebersamaan yang kita tunjukkan sebagai penonton dapat kita wujudkan pula sebagai pelayan masyarakat. Karena Kota Mataram yang HARUM hanya dapat dibangun oleh ASN yang bekerja sebagai satu tim, menjunjung integritas, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Pada akhirnya, kemenangan terbesar bagi seorang ASN bukanlah penghargaan yang diterima, melainkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh melalui pelayanan yang profesional, cepat, dan berintegritas,” pungkasnya.



