Book Appointment Now

Wali Kota Mataram Lepas 700 Patriot Olahraga, Bidik 180 Emas untuk Mengukir Sejarah Baru di Porprov NTB

Wali Kota Mataram Lepas 700 Patriot Olahraga, Bidik 180 Emas untuk Mengukir Sejarah Baru di Porprov NTB
Mataram — Tidak ada medali yang lahir dari keberuntungan. Di balik setiap podium juara, ada ribuan jam latihan, peluh yang jatuh tanpa sorak penonton, cedera yang dilawan, dan keyakinan yang terus dipelihara ketika hasil belum juga terlihat. Dari proses panjang itulah para patriot olahraga Kota Mataram ditempa.

Semangat itu memenuhi Pendopo Wali Kota Mataram saat Pemerintah Kota Mataram pada Selasa (14/07) pagi, dimana secara resmi melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB ke-XII Tahun 2026, yang akan diselenggarakan pada 16 hingga 25 Juli 2026. Sebanyak 700 patriot olahraga, terdiri atas 587 atlet dan 115 pelatih, siap membawa nama Kota Mataram bertanding pada 51 cabang olahraga, dengan satu target besar: mengukir prestasi yang lebih tinggi dari capaian sebelumnya.

Pelepasan dipimpin langsung oleh Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, didampingi Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Lalu Alwan Basri, Ketua KONI Kota Mataram H. Firadz Fariska, para kepala perangkat daerah, serta keluarga besar olahraga Kota Mataram.

Di hadapan ratusan atlet dan pelatih, Wali Kota tidak hanya melepas sebuah kontingen. Ia menitipkan harapan, semangat, sekaligus kepercayaan bahwa prestasi adalah hasil dari proses yang telah dijalani dengan sungguh-sungguh.

“Keberhasilan bukan karena orang lain. Keberhasilan lahir dari kesungguhan, pengorbanan, kedisiplinan, dan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri. Semua proses yang telah kalian lalui adalah bekal untuk memberikan hasil terbaik di arena pertandingan,” tegas Mohan Roliskana.
Bagi Wali Kota, Porprov bukan sekadar perebutan medali. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan kualitas diri sekaligus membawa harum nama Kota Mataram di tingkat provinsi.

Ia mengingatkan bahwa kemenangan sejati tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari sikap yang ditunjukkan selama pertandingan.
“Jadilah atlet yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter. Junjung tinggi sportivitas, hormati lawan, patuhi aturan pertandingan, dan tunjukkan bahwa atlet Kota Mataram adalah atlet yang profesional, berintegritas, dan membanggakan daerahnya,” pesannya.

Komitmen Pemerintah Kota Mataram terhadap dunia olahraga, lanjut Wali Kota, tidak berhenti pada momentum keberangkatan kontingen. Pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga perhatian terhadap kesejahteraan insan olahraga akan terus menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Mataram, H. Firadz Fariska, menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah Kota Mataram terhadap pembinaan olahraga. Menurutnya, keberhasilan atlet tidak pernah lepas dari kolaborasi antara pemerintah, KONI, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Atas nama keluarga besar KONI Kota Mataram, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Mataram atas dukungan yang tidak pernah surut terhadap dunia olahraga. Dukungan inilah yang menjadi energi bagi kami untuk terus melahirkan prestasi dan mengharumkan nama Kota Mataram,” ujarnya.
Firadz menjelaskan, pada Porprov sebelumnya Kota Mataram berhasil mencatat sejarah dengan meraih 152 medali emas. Tahun ini, dengan kekuatan 700 patriot olahraga, persiapan yang lebih matang, program pembinaan yang berkesinambungan, serta dukungan penuh pemerintah daerah, Kota Mataram memasang target yang lebih ambisius, yakni 180 medali emas.

Target tersebut bukan sekadar angka. Ia menjadi simbol tekad untuk mempertahankan tradisi prestasi sekaligus membuktikan bahwa Kota Mataram terus tumbuh sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga paling kompetitif di Nusa Tenggara Barat.
Suasana pelepasan berlangsung penuh semangat. Sorak dukungan, tepuk tangan, dan optimisme mengiringi langkah para atlet yang bersiap mengemban amanah sebagai duta daerah. Mereka tidak hanya membawa perlengkapan pertandingan, tetapi juga harapan masyarakat Kota Mataram yang ingin melihat putra-putri terbaiknya kembali berdiri di podium kemenangan.

Kini, perjuangan sesungguhnya dimulai. Arena pertandingan akan menguji kemampuan, mental, dan daya juang setiap atlet. Namun satu hal telah dipastikan: Kota Mataram telah mengirimkan para patriot terbaiknya untuk bertanding dengan semangat pantang menyerah, menjunjung tinggi sportivitas, dan bertekad membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi seluruh masyarakat.**(TK-DISKOMINFO)



