GAMAS Jadi Simbol Kasih Sayang Orang Tua, Wakil Wali Kota: Pendidikan Anak Dimulai dari Perhatian Keluarga

GAMAS Jadi Simbol Kasih Sayang Orang Tua, Wakil Wali Kota: Pendidikan Anak Dimulai dari Perhatian Keluarga

Mataram – Pemerintah Kota Mataram menggerakkan seluruh jajaran pemerintah, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, hingga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk turun langsung ke sekolah-sekolah dalam rangka menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS), Senin (13/07/2026).

Gerakan ini menjadi simbol kepedulian dan kasih sayang keluarga dalam mengantarkan anak memasuki lingkungan sekolah, khususnya bagi peserta didik yang baru memulai jenjang pendidikan.

Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, mengatakan bahwa GAMAS bukan sekadar mengajak ayah mengantar anak ke sekolah, melainkan menghadirkan figur keluarga yang mampu memberikan rasa aman, perhatian, dan dukungan kepada anak di hari-hari awal mereka memasuki lingkungan belajar. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembina upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di SDN 45 Ampenan, yang saat di berganti menjadi SDN 135 Mataram.

Menurutnya, kehadiran keluarga akan menumbuhkan rasa nyaman, percaya diri, dan semangat belajar sehingga anak mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah sebagai tempat menimba ilmu, mengembangkan keterampilan, sekaligus membentuk karakter.

“Yang terpenting, anak-anak merasakan perhatian dan kasih sayang dari keluarganya saat memulai perjalanan menuntut ilmu sebagai bekal meraih masa depan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukan hanya mencetak anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi yang bernilai, yaitu generasi yang memiliki ilmu, keterampilan, dan akhlak yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.

“Anak-anak yang hari ini memasuki bangku sekolah akan hidup pada masa yang jauh berbeda dengan masa kita sekarang. Tantangan kehidupan akan semakin kompleks. Karena itu, mereka harus dibekali ilmu, keterampilan, dan akhlak agar mampu menghadapi perubahan zaman,” tuturnya.

Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Dalam ajaran Islam, lanjutnya, orang tua diperintahkan untuk memberikan pendidikan sebagai bekal menghadapi kehidupan yang akan terus berubah.

“Anak adalah investasi dan tabungan orang tua. Ketika kita telah lanjut usia, mereka akan menjadi penopang kehidupan kita. Bahkan ketika kita telah tiada, anak-anak saleh akan terus mendoakan orang tuanya. Karena itu, pendidikan tidak akan berhasil secara maksimal tanpa dukungan keluarga,” katanya.

Kepada para siswa, TGH Mujiburrahman mengajak agar senantiasa bersemangat dalam belajar. Menurutnya, keberhasilan tidak ditentukan oleh megah atau tidaknya sebuah sekolah, melainkan oleh kesungguhan dan kemauan untuk terus belajar.

“Di sekolah mana pun kalian belajar, kalau memiliki semangat, kalian akan berhasil. Sebaliknya, sekolah yang hebat sekalipun tidak akan berarti jika kita tidak memiliki kemauan untuk belajar,” pesannya.

Untuk memudahkan para siswa memahami makna menjadi pribadi yang bernilai, Wakil Wali Kota mengangkat selembar uang pecahan Rp100 ribu di hadapan para peserta didik. Menurutnya, uang tersebut tetap bernilai meskipun diremas, dilipat, bahkan diinjak. Demikian pula dengan seseorang yang memiliki ilmu, keterampilan, dan akhlak yang baik, nilainya tidak akan berkurang meski menghadapi berbagai tantangan dan perlakuan yang kurang baik dari orang lain.

Seusai menyampaikan analogi tersebut, TGH Mujiburrahman secara spontan menghadiahkan uang pecahan Rp100 ribu itu kepada salah seorang siswa bernama Alif. Momen tersebut disambut tepuk tangan meriah dari para guru, orang tua, dan siswa yang hadir.

Diakhir penyampainnya, TGH. Mujiburrahman mengajak sekolah untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan orang tua, baik melalui pertemuan rutin maupun kunjungan ke rumah apabila diperlukan. Menurutnya, anak hanya berada di sekolah selama beberapa jam setiap hari, sedangkan sebagian besar waktunya dihabiskan bersama keluarga.

“Karena itu, peran orang tua jauh lebih besar. Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Dengan kolaborasi yang baik, insyaallah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang bernilai, memiliki ilmu, keterampilan, dan akhlak yang baik, sehingga mampu menghadapi tantangan masa depan serta menjadi kebanggaan orang tua, masyarakat, dan daerah,” pungkasnya.

Share your love