Book Appointment Now

Tahun Baru Islam dan Semangat Hijrah dari Kota Mataram

Tahun Baru Islam dan Semangat Hijrah dari Kota Mataram
Mataram – Malam pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kota Mataram tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kalender. Di tengah lantunan doa dan tausiyah yang mengalun dari panggung utama, ribuan warga berkumpul membawa harapan yang sama: menjadikan hijrah sebagai perjalanan memperbaiki diri, memperkuat iman, sekaligus memperteguh komitmen kebangsaan.

Momentum religius tersebut terasa istimewa dengan hadirnya Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana. Kehadirannya menjadi simbol pertemuan antara nilai-nilai spiritual dan semangat membangun budaya antikorupsi yang tengah digaungkan melalui program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi 2026.
Bagi Kota Mataram, tahun ini memiliki makna tersendiri. Kota yang dipercaya menjadi titik awal pelaksanaan program nasional tersebut kembali menunjukkan bahwa pembangunan karakter dan integritas harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik dan ekonomi.

Di hadapan jamaah yang memadati lokasi kegiatan, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengajak masyarakat memaknai hijrah tidak hanya sebagai perpindahan dalam catatan sejarah Islam, tetapi juga sebagai transformasi sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
“Hijrah bukan sekadar perpindahan secara geografis, tetapi perpindahan sikap mental, perubahan cara pandang, dan ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Momentum ini harus menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus kualitas kehidupan sebagai warga masyarakat,” ujar orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Menurutnya, di tengah dunia yang terus bergerak dengan berbagai tantangan, mulai dari krisis global, konflik, hingga bencana yang silih berganti, masyarakat dituntut tetap menjaga keteguhan iman dan optimisme.
Mohan menilai, kekuatan spiritual menjadi fondasi penting agar masyarakat mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan arah. Karena itu, peringatan Tahun Baru Islam tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, melainkan menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan sosial.

“Mari kita rawat suasana persaudaraan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan. Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap menjaga optimisme dan terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.
Di bagian lain sambutannya, Bang Aji, demikian sapaan akrabnya, mengingatkan pentingnya membangun budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap norma agama, hukum, serta nilai-nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan besar kerap bermula dari pengabaian terhadap hal-hal kecil yang dianggap sepele. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan diri berbuat benar dalam setiap aspek kehidupan.
“Mari kita hidup lebih bertanggung jawab, lebih disiplin, dan lebih menghargai nilai-nilai kebaikan. Jangan pernah meremehkan kesalahan kecil karena dari situlah sering kali persoalan besar bermula,” tegasnya.

Kehadiran Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana, turut memperkuat pesan bahwa pembangunan integritas bangsa dimulai dari kesadaran individu. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan antikorupsi sejatinya memiliki akar yang sama dengan ajaran moral dan spiritual yang diajarkan agama.
Malam itu, Mataram seakan menemukan titik temu antara nilai religiusitas dan integritas. Di bawah langit Muharram yang baru, masyarakat diajak tidak hanya berhijrah menuju pribadi yang lebih baik, tetapi juga menuju kehidupan sosial yang lebih jujur, beradab, dan berkeadilan.

Perayaan Tahun Baru Islam di Kota Mataram, yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Mataram, Unsur Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan masyarakat umum, pun menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari kesadaran untuk memperbaiki diri, dari keberanian untuk berbuat benar, dan dari tekad bersama membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.**(TK-DISKOMINFO)



