Semarak HUT TAGANA Ke-22 Tingkat Provinsi NTB di Mataram : Perkuat Solidaritas Relawan untuk Lingkungan dan Kemanusiaan

Semarak HUT TAGANA Ke-22 Tingkat Provinsi NTB di Mataram : Perkuat Solidaritas Relawan untuk Lingkungan dan Kemanusiaan

Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai malam penerimaan Jambore Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan, pada Minggu malam (10/05/2026). Sebanyak 450 anggota TAGANA dari seluruh kabupaten/kota di NTB berkumpul dalam momentum kebersamaan yang sarat semangat kemanusiaan, solidaritas, dan kepedulian lingkungan.

Mengusung tema “TAGANA Sinergi Nyata untuk Lingkungan dan Kemanusiaan”, kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kapasitas relawan kebencanaan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan bencana di daerah.

Jambore ini tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya para relawan sosial, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen TAGANA sebagai garda terdepan dalam penanganan kebencanaan dan pelayanan kemanusiaan di tengah masyarakat.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. L. Martawang, yang hadir mewakili Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi Taruna Siaga Bencana (TAGANA) yang selama ini senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi berbagai situasi darurat dan kebencanaan.

“Atas nama Pemerintah Kota Mataram, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Taruna Siaga Bencana yang selalu hadir di tengah masyarakat ketika keberadaannya sangat dibutuhkan dan dirasakan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan TAGANA memiliki peran yang sangat strategis, terutama saat menghadapi situasi darurat bencana. Pengalaman penanganan gempa bumi dan banjir di Kota Mataram menjadi bukti nyata pentingnya kesigapan serta solidaritas para relawan sosial tersebut.

“Saya merasakan sendiri bagaimana penanganan kebencanaan itu tidak mudah. Namun alhamdulillah proses recovery dapat berjalan cepat, salah satunya karena peran luar biasa dari teman-teman TAGANA. TAGANA tidak hanya hadir saat terjadi bencana alam, tetapi juga dalam penanganan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk kesiapan dapur umum saat terjadi kondisi darurat,” katanya.

H. L. Martawang juga turut mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang mempererat persaudaraan, membangun solidaritas, serta menciptakan pengalaman dan kenangan berharga selama berada di Kota Mataram.

“Manfaatkan momen ini untuk memperkuat kapasitas, mempererat persaudaraan, dan menciptakan kenangan indah bersama. Insyaallah Kota Mataram akan terus berikhtiar menjadi tuan rumah yang membahagiakan bagi kita semua,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi NTB, Ahmad Masyuri menyampaikan rasa gembira dan apresiasinya atas sambutan hangat Pemerintah Kota Mataram terhadap seluruh peserta jambore.

“Saya sangat gembira dan mengucapkan terima kasih banyak atas sambutan Kota Mataram yang luar biasa. Saya mendoakan semoga kegiatan ini berjalan lancar,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh peserta menjadikan jambore tersebut sebagai kegiatan yang tidak hanya menyenangkan dan menggembirakan, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta meningkatkan semangat pengabdian para anggota TAGANA.

“Jadikan kegiatan ini sebagai kegiatan yang menyenangkan dan menggembirakan, selain tentu membawa kemanfaatan bagi masyarakat. Saya berharap setelah seluruh rangkaian acara selesai dan kembali bertugas di tempat masing-masing, teman-teman dapat bekerja dengan jiwa baru, sehingga keberadaan TAGANA semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Kegiatan Jambore HUT TAGANA ke-22 Tingkat Provinsi NTB ini dijadwalkan berlangsung pada 10–13 Mei 2026. Selama empat hari pelaksanaan, berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan kemasyarakatan akan digelar sebagai bentuk penguatan kapasitas relawan sekaligus kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Sejumlah agenda yang dilaksanakan di antaranya program TAGANA Masuk Sekolah, pemasangan 100 titik biopori, kegiatan Tempah Dedoro di 25 titik, pelatihan Kampung Siaga Bencana, hingga penyerahan bingkisan sembako bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia)

Share your love