Wakil Wali Kota Tekankan Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 1447 H

Wakil Wali Kota Tekankan Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Idul Adha 1447 H

Mataram – Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman menegaskan pentingnya langkah komprehensif dan sinergi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan dan berlangsung di Ruang Kenari Kantor Wali Kota, Rabu (06/05/2026).

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi kuat antarinstansi, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan nasional yang turut memengaruhi stabilitas harga di daerah.

“Kita berkumpul untuk berbagi informasi, berdiskusi, dan mengambil langkah nyata menekan laju inflasi. Menjelang Idul Adha, kita harus tetap tenang, namun juga bergerak cepat, terukur, dan memperkuat sinergi agar harga tetap stabil dan pasokan terjaga,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2026, inflasi Kota Mataram tercatat sebesar 3,37 persen secara year-on-year dan 0,11 persen secara month-to-month. Meski masih berada dalam rentang sasaran nasional, Pemerintah Kota Mataram tetap mewaspadai potensi kenaikan harga pada bulan Mei.

TGH Mujiburrahman menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di pasar, sejumlah komoditas strategis seperti cabai rawit, gula pasir, dan daging sapi masih berada di atas harga acuan. Selain itu, ketersediaan LPG 3 kg dan Pertamax juga perlu terus dijaga agar tetap dapat diakses oleh masyarakat. Oleh karena itu, perhatian tidak hanya difokuskan pada stabilitas harga, tetapi juga pada keberlanjutan pasokan.

“Kita tidak hanya berfokus pada stabilitas harga, tetapi juga perlu memastikan ketersediaan pasokan, termasuk LPG dan BBM. Hal ini penting agar distribusi tetap lancar dan tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta seluruh anggota TPID Kota Mataram mengambil langkah konkret, di antaranya meningkatkan pengawasan harga dan distribusi, mengoptimalkan pelaksanaan operasi pasar murah, serta memperluas kerja sama dengan berbagai pihak guna menjamin kelancaran pasokan.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan kesehatan hewan kurban yang masuk ke wilayah Kota Mataram sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kualitas konsumsi masyarakat selama Idul Adha.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas. Wakil Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk aktif menyampaikan informasi terkait ketersediaan bahan pokok serta mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying.

“Berikan kemudahan kepada masyarakat dan sampaikan informasi yang menenangkan. Jangan sampai informasi yang tidak tepat justru menimbulkan keresahan,” pesannya.

Sebagai langkah inovatif, Pemerintah Kota Mataram terus mengembangkan program unggulan TPID, seperti Warung Pantau Tanggap Inflasi (Mentaram) dan kolaborasi operasi pasar keliling (Koplindo). Selain itu, pada tahun 2026 TPID mulai mengembangkan program “project champion” cabai di lahan seluas 17 are sebagai upaya memperkuat ketersediaan pasokan komoditas strategis.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan sinergi antarinstansi semakin kuat dalam menjaga stabilitas inflasi daerah, sekaligus memastikan pelaksanaan Idul Adha dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh khidmat.

“Target kita bukan hanya menjaga inflasi tetap terkendali, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, didukung harga yang terjangkau serta pasokan yang memadai,” tutupnya.

Share your love