Book Appointment Now


Di Balik Sirine yang Meraung, Ada Dedikasi Tanpa Henti
MATARAM — Senin pagi itu (13/04), suasana di markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Mataram terasa sedikit berbeda. Bukan karena tidak ada panggilan darurat, melainkan karena hadirnya sosok yang datang membawa sesuatu yang jarang mereka minta : perhatian.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, melangkah masuk, menyapa satu per satu personel. Tak ada jarak. Tak ada sekat formalitas yang kaku. Hanya percakapan sederhana yang mengalir, seolah memahami bahwa di balik seragam itu, mereka adalah manusia yang setiap hari mempertaruhkan banyak hal.
Bagi para personel Damkarmat, hari-hari mereka tak pernah benar-benar bisa diprediksi. Pagi bisa terasa tenang, namun dalam hitungan menit berubah menjadi kepanikan saat sirine berbunyi. Mereka bergegas—meninggalkan makan yang belum selesai, bahkan kadang meninggalkan keluarga yang belum sempat benar-benar ditemui.

Di momen itulah, keberanian diuji.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota mengapresiasi secara langsung kerja-kerja yang dilakukan Kepala Dinas, H. Rudi Suryawan, beserta seluruh jajaran. Namun lebih dari itu, yang terasa adalah pengakuan—bahwa kerja-kerja sunyi mereka selama ini benar-benar dilihat.
“Terima kasih sudah selalu hadir, bahkan di saat-saat paling sulit,” ucap orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Kalimat sederhana, tetapi bagi mereka yang terbiasa bekerja tanpa sorotan, itu berarti banyak.
Damkarmat bukan hanya tentang memadamkan api. Mereka adalah yang pertama datang saat warga panik, saat ada yang terjebak, saat bencana datang tanpa aba-aba. Mereka bekerja dalam tekanan, dengan waktu yang sering kali tidak berpihak.

“Damkarmat ini tidak hanya berurusan dengan air dan api, banyak hal, bahkan dari cincin yang tidak bisa dilepas, kunci kost yang hilang, tabung gas yang tidak bisa dibuka, dan banyak hal lainnya, masyarakat menganggap damkar adalah solusinya, Terima Kasih Damkar.” ujarnya bercerita dengan penuh senyum.
Dan di balik semua itu, ada cerita-cerita kecil yang jarang terdengar: tentang anak yang menunggu ayahnya pulang, tentang keluarga yang harus memahami bahwa panggilan tugas bisa datang kapan saja.

Pemerintah Kota Mataram menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi tersebut. Bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai pengingat bahwa keberanian dan pengabdian seperti ini adalah fondasi dari rasa aman yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Di kota yang terus tumbuh dan bergerak, para personel Damkarmat tetap siaga—dalam diam, dalam kesiapan, dalam komitmen yang tak pernah benar-benar padam.

Karena bagi mereka, tugas bukan hanya pekerjaan. Ini adalah panggilan.**(TK-DISKOMINFO)



