Book Appointment Now

Walikota Ajak Pemkot Mataram Berhemat, Prioritaskan Pelayan Publik, Antisipasi Ketidakpastian Geopolitik dan Kenaikan Harga BBM

Walikota Ajak Pemkot Mataram Berhemat, Prioritaskan Pelayan Publik
—Antisipasi Ketidakpastian Geopolitik dan Kenaikan Harga BBM
MATARAM — Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk mulai mengantisipasi potensi tantangan ekonomi ke depan, dengan mulai menerapkan penghematan, terutama kemungkinan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang pasti memberikan dampak ikutan pada kenaikan harga barang, termasuk sembako dan kebutuhan lainnya. Pesan ini disampaikannya pada Senin (16/03/26), dalam rapat koordinasi menjelang libur panjang Idul Fitri, bersama Sekretaris Daerah, staf ahli, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Mataram.

“Saya tidak bermaksud berbagi kegalauan dan keresahan pribadi,” ungkapnya jujur. Kekhawatiran ini dirasakan semakin kuat, mengikuti analisis para pengamat, menilai sinyal-sinyal kebijakan nasional, termasuk juga dari insting pribadi, sepertinya perang AS-Israel versus Iran masih belum akan berakhir dalam waktu dekat. Sehingga tidak heran adanya Work From Anywhere (WFA) sehingga skema waktu kerja fleksibel, seperti kondisi pandemi CoVID 19 lalu. Meski saat ini baru di level pemerintah pusat dan perusahanan swasta, namun perlu dicermati sebagai bagian dari situasi yang harus diantisipasi pemerintah daerah. “Tidak ada salahnya kita mulai bersiap siap,” ujar Mohan.

“Oleh sebab itu, saya meminta seluruh perangkat daerah mulai menerapkan langkah penghematan anggaran, t tanpa mengganggu pelayanan publik yang bersifat prioritas,” tegasnya. Kurangi kegiatan seremonial, pengunaan BBM. Namun untuk beberapa kebutuhan yang harus tetap dipastikan ketersediaannya, antara lain bahan bakar untuk armada pengangkut sampah, operasional pekerjaan infrastruktur oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta dukungan logistik untuk pembiayaan tidak terduga.

Sebagai upaya kecil langkah memulai penghematan tersebut, Walikota memutuskan tidak menggelar open house secara khsuus pribadi pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sebagai gantinya, ia memutuskan open house disatukan dengan kegiatan halal bi halal bersama Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Mataram. Menurut orang nomor satu di Kota mataram ini, kebijakan itu merupakan bagian dari langkah efisiensi sekaligus upaya menghadirkan suasana silaturahmi yang lebih khidmat. “Tahun ini saya tidak menggelar open house. Nanti kita adakan sekali saja, bersama Pak Wakil, Pak Sekda, dan seluruh jajaran ASN agar lebih bermakna dan khidmat,” terangnya di depan peserta rakor tersebut..
Selain menyampaikan kebijakan tersebut, Bang Aji, sapaan akrabnya juga memberikan sejumlah arahan terkait pengamanan dan pelayanan masyarakat selama masa libur panjang. Ia menekankan pentingnya menjaga kondusifitas kota, terutama karena sejumlah kegiatan masyarakat akan berlangsung dalam waktu yang berdekatan.

Salah satunya adalah kegiatan pawai ogoh-ogoh yang akan dilaksanakan masyarakat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi, serta pawai takbir dalam rangka menyambut Idulfitri.“Untungnya kegiatan ogoh-ogoh tidak bersamaan dengan malam takbiran, sehingga pengaturan kegiatan masyarakat bisa lebih tertib,” tuturnya kembali.
Ia menegaskan bahwa keramaian masyarakat selama momentum hari besar keagamaan merupakan hal yang wajar. Namun pemerintah daerah harus tetap mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja sama dengan aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menjaga situasi Kota Mataram tetap kondusif.“Keramaian pasti ada, aktivitas masyarakat juga meningkat. Karena itu kita harus mencegah persoalan yang bisa memantik hal-hal negatif,” ujarnya dengan tegas.
Selain aspek keamanan, ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan penataan kota selama Idul Fitri. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman diminta memastikan taman-taman kota tetap rapi, sementara Dinas Lingkungan Hidup diminta menyiagakan petugas kebersihan agar pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan. (**TK-DISKOMINFO)



