Book Appointment Now

Wakil Wali Kota Ingatkan Empat “Serangan Kehidupan” dalam Peringatan Nuzulul Qur’an

Wakil Wali Kota Ingatkan Empat “Serangan Kehidupan” dalam Peringatan Nuzulul Qur’an
Dalam peringatan Nuzulul Qur’an, jamaah diingatkan bahwa setiap manusia akan menghadapi empat “serangan” kehidupan, yakni kematian, perebutan harta oleh ahli waris, kehancuran jasad di alam kubur, serta tuntutan dari orang-orang yang pernah dizalimi semasa hidup di dunia.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, dalam Uraian Hikmah pada peringatan Nuzulul Qur’an yang berlangsung di Masjid Baiturrahman, BTN Kekalik Baru, Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, Jumat malam (06/03/2026).

Dalam uraian hikmahnya, TGH. Mujiburrahman menjelaskan bahwa kehidupan manusia di dunia tidaklah kekal. Setiap orang pada akhirnya akan menghadapi “serangan” pertama, yakni kedatangan malaikat maut yang mencabut nyawa.

“Kematian merupakan kepastian bagi setiap makhluk yang bernyawa, meskipun waktunya tidak pernah diketahui. Karena itu, umat Islam diajak untuk memanfaatkan kesempatan hidup dengan sebaik-baiknya, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan bekal takwa,” jelasnya.

Serangan kedua yang diingatkan adalah perebutan harta oleh para ahli waris. Ketika seseorang meninggal dunia, harta benda yang dimilikinya akan berpindah tangan kepada ahli waris.

“Tidak jarang kondisi tersebut memicu pertengkaran bahkan perselisihan dalam keluarga. Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk menggunakan harta yang dimiliki di jalan kebaikan, seperti bersedekah dan berinfak, agar menjadi pahala yang bermanfaat bagi diri sendiri di akhirat,” terang TGH. Mujiburrahman.
Wakil Wali Kota juga menjelaskan tentang serangan ketiga, yakni kehancuran jasad di alam kubur yang pada akhirnya akan dimakan oleh cacing tanah. Hal tersebut menjadi pengingat bahwa manusia tidak seharusnya terlalu sibuk memperindah penampilan lahiriah semata, tetapi juga memperhatikan keindahan hati dan akhlak.

“Sikap rendah hati, kelembutan tutur kata, serta kebaikan kepada sesama merupakan nilai yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar penampilan fisik,” ujarnya.
Sementara itu, serangan keempat adalah tuntutan dari orang-orang yang pernah dizalimi. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali tanpa sadar menyakiti atau merugikan orang lain. Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa orang yang menzalimi sesamanya dapat kehilangan pahala amal ibadahnya di akhirat sebagai bentuk pertanggungjawaban.

“Oleh karena itu, umat Islam diingatkan untuk senantiasa menjaga perilaku dan menghindari perbuatan zalim kepada siapa pun,” pungkasnya.
Momentum peringatan Nuzulul Qur’an juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an diyakini akan mendatangkan pahala serta kebaikan bagi setiap Muslim. Bahkan dalam hadis disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda.

Melalui peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, jamaah diajak untuk merenungi perjalanan hidup dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. Dengan memperbanyak ibadah, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta memanfaatkan harta untuk kebaikan, diharapkan setiap Muslim dapat menjalani kehidupan dengan lebih bermakna dan penuh keberkahan



