Book Appointment Now

Pemkot Mataram Fokus Tata Kawasan Depan Eks Bandara Selaparang dan Percepat Penanganan Sampah

Pemkot Mataram Fokus Tata Kawasan Depan Eks Bandara Selaparang dan
Percepat Penanganan Sampah
Mataram – Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya dalam menata kawasan strategis kota dan mempercepat penanganan persoalan sampah menjelang Idulfitri. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana saat memimpin rapat koordinasi bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (3/3/2026).

Dalam arahannya, Wali Kota secara khusus menyoroti kondisi kawasan depan eks Bandara Bandara Selaparang yang dinilai memerlukan penataan segera. Aktivitas perdagangan, parkir, serta penempatan barang dagangan yang tidak tertib di sepanjang badan jalan menyebabkan penyempitan akses dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Ia menegaskan bahwa langkah penertiban dan pemindahan aktivitas di kawasan tersebut bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas serta mengembalikan fungsi ruang publik agar lebih tertib dan nyaman.

“Kita tidak sedang menghilangkan ladang usaha masyarakat. Yang kita lakukan adalah penataan, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi tidak mengganggu kepentingan umum dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya.
Menurutnya, kawasan depan eks Bandara Selaparang merupakan salah satu pintu pergerakan masyarakat yang cukup padat, terlebih menjelang Ramadan dan Idulfitri ketika mobilitas warga meningkat dan arus kunjungan dari luar daerah mulai bertambah. Karena itu, kesan pertama terhadap wajah kota harus dijaga melalui kerapian, kebersihan, dan kelancaran akses.

Selain penataan kawasan, rapat koordinasi juga membahas percepatan pengosongan lokasi penampungan sampah sementara yang selama ini menimbulkan keluhan masyarakat akibat bau dan terganggunya mobilitas. Wali Kota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Mataram terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk berkomunikasi langsung dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk mempercepat proses administrasi dan izin teknis penggeseran sampah.
Saat ini, pengosongan lokasi sudah mulai berjalan secara bertahap, meskipun belum sepenuhnya rampung. Di sisi lain, pengangkutan rutin tetap diintensifkan guna mengantisipasi lonjakan volume sampah selama bulan Ramadan yang cenderung lebih tinggi dibanding hari biasa.

Wali Kota juga meminta seluruh kepala OPD, camat, dan lurah memperkuat pengawasan wilayah masing-masing. Peningkatan aktivitas masyarakat, terutama pada malam hari, perlu diantisipasi agar tidak memicu gangguan ketertiban maupun gesekan sosial. Setiap potensi persoalan di tingkat lingkungan diminta ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Ia menekankan bahwa kerja-kerja penataan kota dan pengelolaan kebersihan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk pengabdian sosial yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Dengan penguatan koordinasi lintas sektor serta langkah penataan yang terukur, Pemerintah Kota Mataram optimistis suasana Ramadan hingga Idulfitri dapat berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan bersih, sekaligus mempertegas citra Kota Mataram sebagai kota yang nyaman dan tertata.



