Book Appointment Now

Inflasi Kota Mataram Terkendali, TPID Mantapkan Langkah Menjelang Nataru

Inflasi Kota Mataram Terkendali, TPID Mantapkan Langkah Menjelang Nataru
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, inflasi November 2025 tercatat sebesar 2,86 persen, membaik dibandingkan Oktober yang mencapai 3,12 persen dan mendekati batas maksimal sasaran inflasi tahun 2025 sebesar 2,5±1 persen. Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram di Ruang Kenari, Kantor Wali Kota Mataram, Rabu (03/12/2025).

“Capaian inflasi yang lebih terkendali ini tidak terlepas dari upaya masif yang telah dilakukan, khususnya melalui penyelenggaraan kegiatan Pasar Murah sebanyak 24 kali sepanjang November 2025, sehingga kestabilan harga komoditas pangan dapat tetap terjaga,” tegasnya.
Jika melihat historis inflasi tiga tahun terakhir, komoditas yang kerap menjadi penyumbang inflasi pada bulan Desember, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru, adalah telur dan daging ayam ras. Adapun komoditas cabai, tomat, dan bawang merah juga sering memberikan andil inflasi, terutama pada musim penghujan.
“Oleh karena itu, langkah antisipatif menjadi kunci penting agar stabilitas inflasi tetap terjaga. Memasuki penghujung 2025, TPID Kota Mataram terus menunjukkan kinerja optimal melalui konsistensi berbagai strategi pengendalian inflasi sepanjang tahun. Upaya tersebut meliputi, Operasi Pasar Murah sebanyak 54 kali, Gerakan Pangan Murah sebanyak 19 kali, Pasar Tani sebanyak 80 kali serta Inovasi unggulan tahun 2025, yakni KOPling (Kolaborasi Operasi Pasar Keliling) yang merupakan kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bulog, dan telah berjalan 32 kali sejak Januari 2025”. Ujarnya

Di tengah tantangan karena keterbatasan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang hanya seluas 339 hektare, TPID tetap mengoptimalkan ketersediaan pasokan melalui Gerakan Tanam Cabai secara masif. Gerakan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, perangkat daerah hingga masyarakat umum, sejak dilaunching pada 16 Juni 2025 oleh Dinas Pertanian, TP PKK, dan Dinas Pendidikan, serta didukung oleh Kelompok Wanita Tani melalui tujuh greenhouse pembibitan di tujuh KWT Kota Mataram.
Selain itu, TPID bersama Satgas Pangan dan instansi terkait rutin melakukan sidak harga, stok, dan pasokan di pasar, ritel, dan distributor untuk memastikan keterjangkauan harga dan kecukupan pasokan bagi masyarakat.
“Kolaborasi dan sinergi juga terus diperkuat melalui berbagai kegiatan seperti capacity building, rapat bersama distributor, High Level Meeting, serta koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan”. Tambahnya

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota menyampaikan sejumlah arahan kepada seluruh anggota TPID Kota Mataram, yaitu, Melanjutkan seluruh kegiatan pengendalian inflasi dengan semangat tinggi untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih, Memperluas jangkauan kolaborasi dengan berbagai pihak, Meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketersediaan pasokan, Menindaklanjuti setiap isu yang berpotensi mengganggu stabilitas inflasi secara cepat dan tepat serta Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan diminta segera menyiapkan Pasar Murah sebagai langkah stabilisasi harga menjelang Natal dan Tahun Baru.
“Pengendalian inflasi di Kota Mataram tidak terlepas dari dukungan lintas sektor, antara lain pendampingan Bank Indonesia NTB dalam berbagai kegiatan operasi pasar, suplai data dari BPS Kota Mataram, pengawasan Polresta Mataram dalam sidak, dukungan informasi cuaca dari BMKG untuk masa tanam, serta peran Bulog dalam kegiatan Pasar Murah dan penyaluran bantuan pangan. Peran aktif seluruh anggota TPID juga menjadi fondasi utama keberhasilan pengendalian inflasi”. Imbunya.
Pada akhir kegiatan, Wakil Wali Kota Mataram, TGH Mujiburrahman, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian TPID Kota Mataram yang kembali meraih prestasi sebagai TPID Berkinerja Terbaik Tahun 2025. Keberhasilan ini menjadi penghargaan kedua secara berturut-turut setelah penghargaan serupa diraih pada tahun 2024. Tahun ini, TPID Kota Mataram mengangkat program unggulan “Warung Pantau Tanggap Inflasi Menuju Target Aman (Warung Pantasi Mentaram)”, sebagai bentuk kolaborasi solid antara TPID Kota Mataram, Bank Indonesia, para offtaker, dan distributor.

“Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Kota Mataram dalam menjaga stabilitas inflasi dan menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat”. Ucapnya dengan bangga.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Deputi Bank Indonesia Perwakilan NTB, Ignatius Adhi Nugroho, menyampaikan bahwa inflasi Kota Mataram pada November 2025 tercatat sebesar 0,32% (mtm), atau kembali meningkat setelah bulan sebelumnya berada pada level 0,14% (mtm). Kenaikan tersebut terutama disumbang oleh Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan inflasi 1,94% (mtm) dan andil 0,13%, yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya harga komoditas emas perhiasan. Secara tahunan, inflasi Kota Mataram mencapai 2,86% (yoy) dan tetap terkendali dalam rentang sasaran nasional 2,5±1%.
Meski demikian, tekanan inflasi tersebut tertahan oleh deflasi pada sejumlah komoditas, antara lain daging ayam ras (andil -0,04% mtm), cabai rawit (andil -0,02% mtm), dan cumi-cumi (andil -0,01% mtm). Masuknya periode panen juga memberikan koreksi pada harga cabai rawit yang turun -0,34% (mtm). Di sisi lain, Kelompok Transportasi turut memberikan andil terhadap kenaikan inflasi melalui tarif angkutan udara sebesar 0,05% (mtm), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Menghadapi HBKN Natal dan Tahun Baru 2025, Ignatius menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap komoditas yang historisnya fluktuatif pada November–Desember, yaitu aneka cabai, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam. Berakhirnya masa panen hortikultura disertai perubahan cuaca berpotensi mendorong kenaikan harga cabai, sementara harga daging dan telur ayam relatif stabil namun memiliki kecenderungan naik menjelang Nataru.
Ia juga menegaskan sejumlah langkah antisipatif yang perlu diperkuat. Pertama, mengawal pengendalian harga tarif angkutan. Kedua, menjamin kelancaran logistik, termasuk memastikan kecukupan armada, ketersediaan rute, dan prioritas angkutan untuk komoditas pangan. Ketiga, menguatkan industrialisasi dari hulu ke hilir, sebagai upaya memperkuat rantai nilai dan memperlancar ketersediaan komoditas strategis.

Selain itu, Ignatius menekankan pentingnya komunikasi publik yang efektif dan transparan untuk menjaga ekspektasi masyarakat, termasuk melalui moral suasion agar masyarakat melakukan belanja secara bijak serta tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan langkah-langkah tersebut, stabilitas inflasi di Kota Mataram diharapkan tetap terjaga menghadapi momentum akhir tahun.



