Book Appointment Now

Kota Mataram Jadi Tuan Rumah Penanaman Pohon Serentak Nasional: Bangun Ketahanan Pesisir, Jaga Warisan Alam Negeri
Kota Mataram Jadi Tuan Rumah Penanaman Pohon Serentak Nasional: Bangun Ketahanan Pesisir, Jaga Warisan Alam Negeri
MATARAM – Kota Mataram kembali menunjukkan komitmennya sebagai kota yang tidak hanya tumbuh secara fisik dan ekonomi, tetapi juga peduli terhadap masa depan ekologisnya. Pada Jumat (25/04/2025), pada rangkain acara HaKaBe Run Mataram dipercaya menjadi lokasi utama pelaksanaan Penanaman Pohon Serentak Nasional, sebuah gerakan yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir Indonesia dari ancaman perubahan iklim dan bencana alam.


Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, dalam sambutannya menekankan bahwa pelestarian lingkungan adalah bentuk cinta paling tulus kepada kota, kepada tanah kelahiran, dan kepada masa depan anak cucu bangsa.


“Ini bukan seremoni. Ini adalah panggilan nurani. Kota Mataram yang memiliki garis pantai sepanjang 9,1 kilometer dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, berada di garda terdepan menghadapi dampak perubahan iklim. Jika kita abai hari ini, maka kita sedang mewariskan bencana bagi generasi mendatang,” ujar Wali Kota dengan penuh ketegasan.

Menurutnya, menjaga ekosistem pesisir bukan hanya urusan pemerintah atau komunitas lingkungan, tapi tugas moral seluruh masyarakat. Ia pun mengajak warga pesisir untuk menjadikan kegiatan ini sebagai awal dari gerakan yang lebih luas, lebih konsisten, dan lebih berkelanjutan.


“Mari kita jadikan pohon-pohon ini sebagai penjaga garis pantai, pelindung rumah-rumah kita, dan penenang hati di saat badai datang. Karena sesungguhnya, alam yang kita rawat hari ini adalah perisai terbaik dari bencana yang mungkin datang esok,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BNPB RI Mayjen TNI Suharyanto, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, Ketua TP-PKK Provinsi NTB, jajaran Kepala OPD lingkup Pemprov NTB, serta tokoh-tokoh masyarakat dan generasi muda.

Prosesi penanaman pohon yang dilakukan usai HaKaBe Run menjadi simbol dari semangat kolaborasi yang melintasi batas-batas birokrasi dan usia. Sebuah bentuk gotong royong modern yang menggabungkan langkah kaki, gerakan tangan, dan tekad hati dalam menjaga tanah air.

Dengan menjadikan Mataram sebagai pusat kegiatan nasional ini, pesan penting pun ditegaskan: bahwa daerah-daerah pesisir harus dipandang sebagai titik sentral dalam agenda pembangunan berkelanjutan. Dan bahwa Mataram, dengan sejarah, budaya, dan alamnya yang indah, layak menjadi teladan dalam upaya penyelamatan lingkungan berbasis komunitas.* (TK-Diskominfo)



