Muktamar XXXII IDI, Momentum Perkuat Kesejawatan dan Profesionalisme Dokter

Muktamar XXXII IDI, Momentum Perkuat Kesejawatan dan Profesionalisme Dokter

Mataram – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. dr. Mohamad Adib Khumaidi, Sp.OT, menegaskan bahwa keberadaan organisasi profesi seperti IDI tetap relevan dan sangat dibutuhkan, serta mengajak seluruh anggota IDI untuk terus memperkuat nilai-nilai kesejawatan yang tertanam dalam Sumpah Dokter sebagai modal utama menghadapi tantangan masa depan. Hal tersebut disampaikan dr. Adib dalam sambutannya saat Pembukaan Muktamar XXXII Ikatan Dokter Indonesia, yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, pada Kamis (13/02/2025).

“IDI lahir bukan karena kepentingan kelompok, melainkan karena kepentingan rakyat Indonesia. Sejarah panjang organisasi ini, sejak 1911 hingga menjadi satu kesatuan pada 1950, membuktikan bahwa IDI memiliki akar kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat”. Ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Adib menyoroti pentingnya transformasi organisasi melalui semangat IDI Reborn, dengan fokus pada penguatan internal, revitalisasi, dan komitmen perubahan.

“Mari kita bersama-sama menciptakan resolusi perubahan demi IDI yang lebih baik, demi bangsa, rakyat, dan anggota”. Tambahnya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan eksternal maupun internal, PB IDI berkomitmen menjadi organisasi yang lebih profesional dan modern melalui program-program strategis yang komprehensif. dr. Adib juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak terjebak dalam konflik internal yang dapat menghambat kemajuan organisasi.

“Seperti kata Charles Darwin, yang bertahan bukanlah yang terkuat atau terpintar, melainkan yang paling mampu beradaptasi. IDI harus menjadi institusi yang durable dan infinite, mampu bertahan menghadapi tantangan zaman”. Tegasnya.

dr. Adib mengutip pernyataan Ketua IDI Wilayah Aceh sebagai pengingat bahwa organisasi ini harus terus berkarya dan berperan aktif. “IDI harus berkarya, bukan sekadar bergaya; berperan, bukan baperan; maju, bukan malu; serta aktif, tapi tidak reaktif.”

Menutup sambutannya, dr Adib mengajak seluruh anggota untuk terus memperkuat komitmen dan solidaritas demi masa depan IDI yang lebih maju dan solid. “Insya Allah, pasca Muktamar di Kota Mataram ini, kemenangan IDI akan kita raih. Sampaikan kabar baik ini kepada seluruh anggota sebagai penyemangat dalam membangun organisasi yang lebih maju”. Pungkas Ketua Umum PB IDI, Dr. dr. Mohamad Adib Khumaidi, Sp.OT.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. L. Hamzi Fikri, yang mewakili Penjabat Gubernur NTB, menyampaikan makna mendalam dari nama Lombok, sebagaimana tercatat dalam sejarah Nagarakertagama.Menurutnya, kata Lombok atau Lombo berarti lurus, Sasak merujuk pada masyarakat asli Lombok, Mirah bermakna permata, dan Adi berarti kejayaan.

“Makna ini selaras dengan harapan bahwa Muktamar IDI di Lombok akan menjadi momentum untuk membawa kebaikan, memperkuat kebersamaan, dan membangun masa depan yang lebih maju”. Terangnya.

dr. Hamzi Fikri menegaskan bahwa IDI bagaikan permata yang senantiasa bersinar, memiliki marwah, dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Muktamar ini harus menjadi hadiah terbaik untuk memperkuat soliditas dan kesiapan kita dalam menghadapi tantangan dunia medis yang terus berkembang”. Tambahnya.

Menutup sambutannya, dr. Hamzi Fikri menghadirkan tawa ceria di tengah ribuan peserta dengan sebuah pantun. “Ubur-ubur ikan lele, Setelah muktamar, lanjut jalan-jalan dan belanja ya, Lee. Tutup Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr. H. L. Hamzi Fikri.

Muktamar XXXII IDI Tahun 2025 mengusung tema: “Membangun Soliditas dalam Beradaptasi untuk Mewujudkan IDI yang Berkemajuan”. Acara ini berlangsung mulai 12 hingga 15 Februari 2025 dan dihadiri ribuan dokter dan tenaga medis dari seluruh Indonesia.

Hadir pula Presiden World Medical Association 2024–2025, Dr. Ashek Zachariah Philip, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Kota Mataram mewakili Wali Kota Mataram, serta sejumlah tamu internasional.

Dijadwalkan, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Pemasyarakatan Indonesia, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, akan hadir langsung di lokasi. Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, akan memberikan keynote speech secara virtual.

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter